Self Learner | Information Technology Enthusiast | Hamba Allah

My photo
Pribadi yang berdzikir itu : kalau bicara, bicaranya dakwah, diamnya berdzikir, nafasnya tasbih, matanya penuh ramat Allah, telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tidak suka sinis, pesimis dan tak suka memvonis. . dia tidak sibuk mencari kesalahan orang lain dan asik memperbaiki dirinya . . (Ust.Muhammad Arifin Ilham)

Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts

Tuesday, May 31, 2016

VMware NSX Ninja Bootcamp




Kali ini saya akan coba share sedikit mengenai materi yang sempat saya dapatkan ketika ikut Training Vmware NSX Ninja Bootcamp di Singapore (30 May 2016 – 3 June 2016), untuk Training VMware NSX kali ini cukup berbeda dengan training sebelumnya, yaitu VMware NSX ICM (Install, Configure, Manage) yang fokus sesuai namanya, mulai dari instalasi komponen VMware NSX sampai operasionalnya seperti menambah rule firewall, aktivasi dynamic routing dan lainnya.

Namun pada VMware NSX Ninja kali ini materinya cukup advance, session trainingnya diadakan dalam 2 minggu yang berbeda, pada minggu pertama kami belajar untuk fokus di “Troubleshooting and Operation”, dan di minggu kedua lebih fokus ke “Deployment and Design”. 

Sebenarnya untuk NSX Ninja Program ini para peserta betul-betul diarahkan untuk sertifikasi level expert untuk Network Virtualization VMware NSX yaitu VCIX (VMware Certified Implementation Expert), melihat kata-kata expert agak merinding sebenarnya, karena dibenak saya Expert level itu setara dengan apa yang ada pada CCIE (Cisco Certified Internetworking Expert) usahanya berat, belajarnya berat, namun memang jika benar-benar diusahakan dengan serius pasti hasilnya memuaskan :D

Begitu pula lah dengan NSX Ninja Program kali ini, benar-benar Hands-on untuk LAB yang berdasarkan real-world operational dari VMware NSX, sehingga kandidat yang berhasil lulus VCIX sudah terbukti kemampuannya didalam pengelolaan system VMware NSX mulai dari Design, Deployment, dan operationalnya sesuai dengan blueprint skill yang beragam.
Berikut beberapa coret-coretan saya mengenai materi yang saya dapatkan, bukan untuk mengejar apa-apa, tak lain agar ilmu yang sudah didapat tidak hilang begitu saja tertelan kesibukan, hhaa. Dan disamping itu semoga ilmunya bermanfaat buat orang banyak, atau juga bisa jadi bahan contekan saya kedepannya jika ada deployment VMware NSX :D



Don't hesitate to give any input or comment for me :)

Donny Achmadi

Tuesday, September 2, 2014

Training of Trainer Kader Dakwah Halal (LPPOM MUI)



Di Akhir pekan tepatnya pada tanggal 23 dan 24 Agustus 2014 kemarin pagi-pagi saya bergegas mempersiapkan diri guna mengikuti program ToT (Training of Trainer) kader Dakwah Halal yang diadakan oleh LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia) tepatnya di Gedung Global Halal Centre bogor, Alhamdulillah saya mendapatkan kursi untuk mengikuti Training of Trainer sebagai salahsatu perwakilan dari Komunitas Halal Corner. Di tengah aktivitas kami selaku anggota Halal Corner sebagai sebuah komunitas yang bergerak dalam rangka mengedukasi masyarakat khususnya ummat muslim untuk menjadikan Halal is my way atau Halal sebagai jalan hidup dan peduli, aware terhadap produk-produk yang dikonsumsi seperti Makanan, Minuman, Obat-obatan serta kosmetik. Kami cukup terbantu dengan diikutsertakannya kami dalam acara Training ini, mengapa ? karena semua materi yang disampaikan dari awal acara sampai berakhirnya acara 2 hari sangat sarat dengan materi-materi yang selayaknya seluruh masyarakat muslim mengetahuinya, khususnya mereka selaku konsumen muslim maupun produsennya.

Selain itu juga ikut serta pula dalam acara ToT ini kawan-kawan dari komunitas Halal lain yang juga mempunyai tujuan gerakan yang sama yaitu dalam rangka mengedukasi masyarakat muslim untuk peduli soal kehalalan produk, misalnya seperti kawan-kawan dari komunitas Halal Watch, Komphi, APPH, Imapela, My Halal Kitchen, BIMMA, dan yang lainnya.

Acara yang berlangsung selama 2 hari ini dikemas dengan kemasan materi-materi yang sangat menarik, menambah wawasan dan sarat dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, dan yang terpenting adalah materi-materi tersebut disampaikan oleh para Ahli dan Pakar sesuai bidangnya. Pada hari pertama, setelah acara pembukaan, materi awal yaitu “Halal dan Haram dalam Al-Quran” yang disampaikan oleh Drs. H. Sholahudin Al-Aiyub, M.Si sebagai perwakilan dari anggota Komisi Fatwa MUI Pusat cukup membuka mata kami selaku ummat muslim, bahwa sesungguhnya didalam Al-Quran Allah subhanahu wata’ala berulang kali memerintahkan kita untuk memakan makanan yang halal dan thayyib, dan melarang kita dari mengkonsumsi makanan-makanan yang haram. Seperti dikutip didalam Al-Quran:

“Wahai sekalian Manusia, makanlah yang Halal lagi Thayyib (Baik) dari apa yang terdapat di Bumi” QS. Al-Baqarah ayat 168

Begitu pula didalam hadits bahwasanya Rasulullah menyebutkan wajibnya kita selaku ummat muslim menjaga diri dari makanan-makanan yang haram, bahkan didalam sebuah riwayat bahwasanya Rasulullah menjelaskan seseorang yang memasukkan kedalam perutnya dari sesuatu yang haram maka amalannya tidak diterima selama 40 hari (na’udzubillah). Namun yang harus kita perhatikan bersama bahwa pada akhirnya semua perintah yang Allah perintahkan kepada hamba-hambaNya adalah sebuah kebaikan, dan mengandung hikmah yang sangat besar. Dalam hal ini Allah melarang kita mengkonsumsi makanan-makanan yang haram adalah dalam bentuk penjagaan bagi Hamba-hambanya, karena dibalik Makanan yang Allah haramkan mengandung mudharat (bahaya) dan penyakit bagi manusia.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan materi “Kriteria Sistem Jaminan Halal (HAS 23000:1)” yang disampaikan oleh Dr. Ir. H. Muslich, M.Si selaku Kepala bidang system jaminan Halal. Saya baru mengetahui bahwasanya selain proses sertifikasi halal, ada sebuah sistem yang dinamakan dengan Sistem Jaminan Halal (SJH) dengan 11 kriterianya yang dijelaskan secara jelas per-poinnya, dan 11 kriteria SJH tersebut dirancang dan disusun untuk diimplementasikan ke perusahaan sebagai bentuk menjaga konsistensi mutu kehalalan dari setiap produk yang didistribusikan ke masyarakat yang sudah tersertifikasi halal oleh MUI.

Setelah Istirahat untuk melaksanakan shalat zhuhur dan Makan siang, acara kembali dilanjutkan dengan materi yang dari sebelumnya sangat saya tunggu-tunggu, yaitu “Pengetahuan dan Titik Kritis Bahan” yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Hj. Purwantiningsih, M.S selaku Kepala Bidang Penelitan dan Pengkajian Ilmiah, pada materi ini kita dilatih untuk mengetahui bahan-bahan dasar setiap produk apakah ia berasal dari sesuatu yang diharamkan dengan cara mengidentifikasi titik kritis dari setiap produk. Dan selain itu kami juga dibuat cukup takjub dengan dipaparkannya Hewan yang diharamkan, yaitu BABI, bahwasanya BABI ini semua anggota tubuhnya bisa dimanfaatkan mulai dari Daging, Tulang, Jeroan, Darah, lemak Kulit, dan Bulunya, dan sudah pasti semua turunan dari hewan BABI hukumnya adalah haram yang kita harus berhati-hati terhadapnya.

Membahas materi yang ilmiah akan pengetahuan titik kritis bahan pada siang hari setelah makan siang memang menjadi tantangan tersendiri bagi kami para peserta, karena terlihat sebagian mulai ada yang mengantuk, namun kami dipaksa untuk tetap focus menangkap materi, hhe. Kemudian kami istirahat kembali untuk Coffe break dan shalat ashar sebagai media isi ulang energy dan semangat baru agar tetap terjaga sampai akhir materi.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyampaian materi “Persyaratan sertifikasi Halal, Kebijakan dan Prosedur” yang disampaikan oleh pemateri yang akrab disapa Ibu Uning. Sejujurnya materi ini juga yang kami cari dan benar-benar kami butuhkan sebelumnya, karena selama kegiatan kami mengedukasi masyarakat: konsumen dan juga kepada p rodusen/UKM, kami dihadapkan dengan banyak pertanyaan terkait dengan proses dan alur yang harus dilakukan untuk sebuah UKM bisa mendapatkan sertifikasi Halal MUI pada produknya. Banyak yang mengatakan bahwasanya proses sertfikasi Halal itu Ribet, sulit, dan mahal. Padahal pernyataan tersebut lahir karena ketidaktahuan mereka semata akan proses-proses dan alur-alur yang harus dilakukan, dan setelah kami dijelaskan akan alur yang harus ditempuh dalam proses sertifkasi halal ini ternyata ya bisa terbilang prosesnya cukup simple, mudah dan transparan. Mulai dari persiapan dan kelengkapan data, pelunasan biaya administrasi kemudian dilanjutkan proses audit oleh Tim auditor LPPOM MUI, jika semuanya berjalan lancar dan tidak ada hambatan seperti bahan-bahan, alat dan proses produksi yang bermasalah maka hasil audit dibawa ke rapat audior untuk kemudian diajukan kedalam Rapat Komisi Fatwa MUI dan penerbitan sertifikat Halal.

Hari sudah senja dan kami pun harus pulang untuk beristirahat kemudian mempersiapkan diri untuk Ujian yang akan dilaksanakan esok harinya pada hari Kedua.

Pada Hari kedua Training ini tidak banyak materi yang disampaikan sebagaimana hari Pertama, diawali dengan pemaparan Implementasi Sistem Jaminan Halal (SJH) oleh Ibu Ria Indiarti selaku perwakilan dari PT Paragon Technology and Innovation sebagai produsen salahsatu Brand produk Halal yang terkenal yaitu Wardah. 


Alhamdulillah, sebagai pelopor kosmetik bersertifikat Halal di Indonesia, Produk Brand Wardah telah mendapatkan sertifikasi Halal pertama pada tahun 1999. Dan dengan pemaparan implementasi 11 poin Sistem Jaminan Halal (SJH) seluruhnya yang sudah dijalankan dengan baik, yaitu :
  1. Kebijakan Halal
  2. Tim manajemen halal
  3. Training dan Edukasi
  4. Bahan Baku
  5. Produk
  6. Fasilitas Produksi
  7. Prosedur Tertulis dan Aktivitas
  8. Penanganan Produk Tidak Sesuai
  9. Kemampuan Telusur (Trace Ability)
  10. Audit Internal
  11. Kaji Ulang Manajemen (Management Review)

Semakin membuat konsumen Muslim, khususnya para Muslimah semakin mendapatkan ketenangan hati, karena mereka yakin bahwasanya Produk Kosmetik yang sering mereka gunakan ini (yaitu wardah) telah benar-benar menjaga komitmennya dalam menjamin kehalalan seluruh produk-produk mereka yang sudah bersertifikasi halal secara konsisten, dan terbukti brand produk Wardah ini mendapatkan Grade untuk Implementasi Sistem Jaminan Halal ini dengan Grade A.

Oleh sebab itu, bagi para muslimah yang ingin terlihat cantik namun juga tetap tetap berkomitmen untuk menggunakan produk kosmetik yang halal ya salahsatu solusinya bisa menggunakan produk-produk kosmetik Wardah.

Setelah semua sesi pada hari kedua berakhir, tibalah waktu yang sangat dinanti-nantikan, yaitu Ujian J. Dengan model sistem Ujian Online, kami cukup deg-degan karena dengan waktu yang sangat singkat yaitu 30 Menit kami harus menyelesaikan soal-soal yang berjumlah 50. Dan Alhamdulillah ketika diumumkan hasil ujian, Akhirnya saya lulus dan nilai saya berhasil masuk kedalam 10 besar. :) -yeay-

Kegiatan Training of Trainer ini benar-benar menjadi wadah silaturahim kami kepada kawan-kawan yang aktif dalam komunitas Halal lainnya, dan ini menjadi penyemangat kami pula untuk terus istiqomah mendakwahkan halal kepada masyarakat, karena kami semakin yakin bahwa kami berjalan dijalan dakwah Halal ini tidak sendiri :) Allahu akbar !

Ditulis oleh :
Donny Achmadi (Halal Corner Jakarta)
31 Agustus 2014

Monday, March 31, 2014

Menjayakan Negeri dengan Al-Quran


Kajian Al-Quran dan Hadits (Kuliah Perdana LTQ Rumah IQRO)
“Menjayakan Negeri dengan Al-Quran”



Menjayakan Negeri dengan Al-Quran, kalimat singkat namun bermakna dan solutif jika benar-benar diamalkan dan dipraktekkan dalam kehidupan nyata, pasalnya kita semua masyarakat Indonesia seakan-akan kehabisan solusi yang efektif untuk menjayakan negeri ini. Langkah-langkah manuver pada bidang Ekonomi, Sosial, Pendidikan, Pertahanan, dan bidang lainnya sudah diupayakan dengan berbagai langkah yang ditempuh agar kejayaan berpihak pada Negeri ini, namun sepertinya belum membuahkan hasil yang signifikan, dan sepertinya kita benar-benar butuh sebuah langkah manuver yang efektif untuk menjayakan negeri yang kita cintai ini dengan melihat kilas balik dan rekam jejak negeri-negeri yang pernah “Berjaya” pada masa keemasan silam.

Dahulu terdapat sebuah negeri yang dimana negeri itu pada awalnya tidak bermartabat, jauh dari nilai-nilai moral, dan praktek kecurangan merajalela, namun kemudian setelah berlalunya masa kenabian Muhammad Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam semua itu berubah, negeri itu menjadi negeri yang maju, penuh dengan nilai-nilai peradaban dan bangsanya pun penuh dengan nilai-nilai Martabat, kemudian keadaan itu terus berlanjut dan dilanjutkan oleh generasi setelahnya hingga terjadilah suatu masa, dimana dahulu mereka adalah bangsa yang kecil dan dihinakan kemudian menjadi sebuah bangsa yang berjaya dan dapat menguasai 2/3 belahan Dunia, bukan hanya Berjaya namun juga makmur, aman dan sentosa.

Dan masa-masa perubahan itu diawali oleh masa dimana diturunkannya risalah kenabian, masa diturunkannya Al-Quran sebagai petunjuk, penjelas dan pembeda bagi mereka yang mengimaninya, dan masa-masa itulah yang mengawali masa berjayanya sebuah bangsa di Bumi ini silam yaitu bangsa ISLAM. Dan hal inilah yang melatarbelakangi kami selaku panitia dan pengurus LTQ Rumah IQRO untuk mengangkat sebuah tema kajian bertajuk “Menjayakan Negeri dengan Al-Quran” yang juga menjadi motto pergerakan kami kedepan Insya Allah, dengan harapan adanya sebuah harapan baru untuk bisa menjadikan negeri yang kita cintai ini (Indonesia) menjadi negeri yang Berjaya, makmur, aman dan sentosa dengan dipondasikan dengan nilai-nilai Al-Quran.

Acara Kajian Al-Quran dan hadits yang juga sebagai event Launching LTQ Rumah IQRO yang diadakan di Masjid Nurut Taqwa pada tanggal 9 Maret 2014 / 7 jumadil awal 1435H dan dimulai pada pukul 09.30 itu dibuka dan diawali dengan Tasmi’ Al-Quran surat Al-Baqarah berirama tartil oleh Ustadz Muhammad Furqon menjadi kesan tersendiri bagi para peserta kajian saat itu, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua LTQ Rumah IQRO yaitu saudara Donny Achmadi, para peserta dijelaskan sekilas mengenai profil Rumah IQRO dari awal berdiri, lembaga-lembaga pendidikan yang ada didalamnya, acara-acara yang pernah diadakan, hal-hal yang melatarbelakangi didirikannya Lembaga pendidikan LTQ Rumah IQRO serta penjelasan mengapa panitia membawakan kajian kali ini dengan tema “Menjayakan Negeri dengan Al-Quran”.

Dan tak berselang lama, acara pun dilanjutkan dengan Materi Kajian yang dibawakan oleh Ustadz Arham bin Ahmad Yasin, Lc, MH, Al-Hafizh, beliau di awal-awal materi menjelaskan sedikit bahwa kewajiban-kewajiban bersama Al-Quran itu bukan terletak hanya pada ustadz, kyai, anak-anak TPA, pesantren, alim ‘ulama dan kawan-kawannya saja. Namun kewajiban-kewajiban bersama Al-Quran terletak pada jati diri setiap orang yang berstatus “Muslim”, jika kita mengaku sebagai seorang muslim maka ketahuilah kewajiban-kewajiban atas Al-Quran juga terletak pada diri kita. Jika pada setiap orang Muslim sudah memahami bahwa pada dirinya memiliki kewajiban atas Al-Quran dan mereka semua menunaikan kewajiban-kewajiban itu sebagaimana mestinya maka Insya Allah “Kejayaan” yang sama-sama kita harapkan bagi Negeri yang sama-sama kita cintai ini dengan jumlah umat Muslim “terbesar” di Dunia ini akan menjadi kenyataan.

Kemudian beliau menjelaskan bagaimana generasi-generasi emas pada umat terdahulu yang pernah Berjaya menguasai 2/3 belahan Dunia, bagaimana interaksi mereka bersama Al-Quran, dan itu semua bisa kita rasakan kembali di negeri ini jika kita semua mengikuti langkah-langkah yang mereka tempuh yaitu kedekatannya dengan Al-Quran. Dan ketahuilah bahwa kedekatan dengan Al-Quran itu diawali dengan proses “membacanya”,namun pada kenyataannya bagaimana bisa dekat dengan Al-Quran jika proses “membacanya” saja terabaikan, sangat jarang dilakukan, bahkan beliau menyebutkan beberapa muridnya yang dahulu menjadi murid ngajinya ditanya olehnya “sudah berapa kali mengkhatamkan Al-Quran?” dan murid-muridnya itu menjawab dengan 1 jawaban yang sama “1 kali, dan itu waktu kami TPA waktu masih ngaji sama ustadz dulu” dan itu terkahir kalinya mereka membaca Al-Quran, Nastaghfirullah .

Mengabaikan Al-Quran dengan bentuk meninggalkan proses membacanya rasa-rasanya sudah mejadi hal yang biasa terjadi di negeri kita ini, bila kita ingin buktikan mungkin kita bisa datangi satu persatu rumah ummat muslim dan tanyakan kepada mereka kapan terakhir Al-Quran dibaca ? Al-Quran di rumah-rumah mereka hanya menjadi hiasan, bahkan sudah jauh tertinggal, berdebu, dan hampir tak pernah tersentuh, hal tersebut menjadi sebuah keprihatinan kita bersama. Rasa-rasanya firman Allah subhaanahu wata’ala dalam surat Al-Furqon ayat 30 “Berkatalah Rasul “Yaa Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Quran itu sesuatu yang diacuhkan” menceritakan tentang curhatnya Rasulullah untuk ummat islam kini, padahal Allah menjelaskan bahwa tindakan mengabaikan, mengacuhkan dan meniggalkan Al-Quran maka para pelakunya disebut sebagai “musuh para Nabi” yang dijelaskan pada ayat setelahnya ”Dan seperti itulah telah kami adakan bagi tiap-tiap Nabi musuh dari orang-orang yang berdosa…” Qs.Al-Furqon ayat 31.

Dan tentu yang diinginkan adalah bukan hanya sekedar membacanya lantas  meniggalkan kewajiban yang lain yaitu membacanya dengan menyempurnakan tajwidnya, Ustadz Arham mengatakan bahwa membaca Al-Quran dengan menyempurnakan hukum-hukum bacaannya hukumnya adalah Fardhu ‘ain,artinya seluruh ummat muslim wajib bisa, bacaannya wajib sesuai dengan hukum-hukum tajwid yang  ada, kemudian beliau menjelaskan dengan menyebutkan dalil dari surat Al-Muzzammil ayat ke-4 “warattilil Qur’aana tartiilaa” (Dan bacalah Al-Quran dengan Tartil) dengan menyitir  pendapat Ali bin abi thalib  mengenai ayat ini yang dimaksud “Tartiila”itu adalah “Tajwiidul huruuf wa ma’rifatul Wuquuf” (mentajwidkan huruf-huruf dan mengenali waktu yang tepat  dalam memberhentikan bacaan),dan itu semua tidak  bisa didapatkan dengan belajar otodidak, belajar sendiri dari buku-buku yang ada lantas mengambil kesimpulan sendiri dari ilmu yang sudah didapat dari buku tersebut, ketahuilah bahwa metode seperti itu tidak boleh dan itu metode belajar tajwid yang salah.

Karena benarnya bacaan hanya bisa didapatkan dengan metode talaqqi, yaitu metode membaca Al-Quran dihadapan seorang  guru Al-Quran yang kemudian sang guru dapat membenarkan bacaan-bacaan yang kurang tepat, makhaarijul huruf yang masih salah, dan menyempurnakan hukum-hukum yang masih kurang dalam bacaan kita. Jangan tergiur dengan metode belajar Al-Quran praktis yang ada dipasaran, dengan gaya bahasa marketing yang menggiur “Cocok untuk anda yang super sibuk”,  metode belajar hanya dengan memanfaatkan metode Audio dan Visual yang ada didalam kaset CD lantas (katanya) efektif untuk membenarkan bacaan. Namun pada kenyataannya tidaklah demikian, mungkin kita bisa  secara sepintas dapat mengikuti gaya bacaan yang ditampilkan dari kaset, namun ketika kita mempraktekannya dalam bacaan Al-Quran dengan bacaan kita apakah sang Kaset CD tersebut dapat membetulkan bacaan kita ketika salah ?? tentu tidak!, maka metode yang paling baik dan tepat dalam memperbaiki bacaan Al-Quran adalah dengan metode belajar langsung kepada seorang guru Al-Quran (Talaqqi).

Dan diakhir sesi materi  yang beliau bawakan dibukalah sesi tanya jawab, dan salahsatu peserta yang juga merupakan peserta paling sepuh di acara kajian saat itu  bercerita tentang kegundahannya selama ini mencari majelis ilmu, beliau sangat senang sekali dengan diadakannya kajian tersebut di Masjid Nurut Taqwa, beliau bertanya tentang acara kajian tersebut diadakan rutin setiap berapa lama? Dan ketika beliau mendapat jawaban kalau kajian ini diadakan setiap 1 periode tahsin (3 bulan) sekali beliau ternyata berharap agar kajian seperti kali ini seharusnya diadakannya 1 bulan sekali, Masya Allah umurnya yang sudah terbilang sepuh tidak memudarkan semangatnya menuntut Ilmu, bahkan ketika dijelaskan bahwa LTQ Rumah IQRO masih membuka pendaftaran untuk program Tahsinnya pun beliau langsung saat itu juga mendaftar sebagai peserta Tahsin, subhaanallah, semoga dapat menjadi panutan bagi kita dalam semangatnya menuntut ilmu, bahwa menuntut Ilmu tidak mengenal batasan umur

Setelah sesi materi selesai, maka acara kajian Al-Quran dan Hadits pun ditutup pada pukul 11.30, dan dilanjutkan dengan proses pengujian bacaan Al-Quran bagi para peserta LTQ Rumah IQRO yang sudah terdaftar oleh para pengajarnya untuk kemudian di kelompokkan dalam kelompok Tahsin selama proses aktif KBM Tahsin pada pekan berikutnya. Dan pada akhirnya para peserta pun kembali ke rumahnya masing-masing dengan semangat baru, yaitu semangat Menjayakan Negeri dengan Al-Quran.

Ditulis oleh: Donny achmadi
Published via : http://rumahiqro.org/index.php/menjayakan-negeri-dengan-al-quran/

Tuesday, November 12, 2013

"Kelahiran & Kematian" sebuah ritme kehidupan yang indah




Dalam bergulirnya waktu, hari ke hari, Allah subhaanahu wata'ala yang telah mengatur segalanya, siang berganti malam, malamnya pun berjalan menuju siang, rutinitas sehari-hari yang telah kita lalui rasanya sangat cepat berlalu, kita yang dahulu merasa sebagai seorang anak, tahu-tahu kini sudah mempunyai anak, bahkan ada diantara kita yang dahulu merasa sebagai seorang cucu, tahu-tahu kini sudah mempunyai cucu, dan tak terasa semuanya itu telah berjalan dengan sangat singkat.

Begitu pula kehidupan ini, disatu waktu ada manusia baru yang terlahir, dan disaat yang bersamaan, ada pula manusia yang jadwal kehidupannya berakhir. kita melihat banyak disekeliling kita yang kini sudah berkeluarga dan kini telah melahirkan seorang anak, dan kita melihat banyak pula di sekeliling kita yang belum ataupun sudah berkeluarga namun telah berakhir masa hidupnya di dunia.

Subhaanallah, sungguh banyak ritme kehidupan yang indah jika dimaknai dengan nilai-nilai tadabbur, dan menjadi sebuah kepastian bahwa kita lah yang selanjutnya menjadi para calon-calon manusia yang akan habis masa hidupnya di dunia ini, itulah kepastian. Namun entah kapan itu tiba saatnya kita hanya bisa menunggu, ada diantara kita yang menunggunya dengan bermacam kelalaian, namun ada pula yang menunggunya dengan beragam persiapan bekal-bekal amalan terbaik yang dapat ia persaksikan nanti dihadapan RabbNya.

Kemarin (11 November 2013), menjadi sebuah hari yang sangat menyenangkan namun disisi lain juga menjadi sangat menyedihkan. Mengapa ? karena disatu sisi sangat bahagia mendengar kabar baik dari salah seorang kawanku dan juga guruku (Prasetyo Rudi Hartono) bahwa malam sebelumnya telah dikaruniai seorang anak perempuan, dan beberapa jam setelahnya yaitu esok paginya mendapat kabar gembira lagi dari kawan lainnya (Jayadin) dengan kelaihran seorang anak perempuan. Subhaanallah walhamdulillah Mudah-mudahan mereka selalu dalam penjagaan Allah subhaanahu wata'ala, menjadi mujahid mujahidah penegak agama Allah dan menjadi kebanggaan kedua orangtuanya di Dunia dan di Akhirat kelak, Aamiin aamiin yaa Rabbal 'Aalamiin.

Namun dipagi itu pula mendapat kabar duka dari seorang kawan yang kehilangan ibunya yang tercinta (Ikhwan Firmansyah) -semoga Allah ampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan diberikan tempat terbaik disisiNya-. Sungguh Allah subhaanahu wata'ala Yang Maha Berkuasa atas seluruh alam, dia yang mampu membolak-balikan hati, betapa mudah bagiNya menjadikan seorang hamba disatu waktu merasa bahagia, dan beberapa saat setelahnya merasa berduka.

Pagi itu membuatku sejenak berfikir, sungguh betapa Maha Kuasa Allah subhaanahu wata'ala menjadikan segala-galanya di alam dunia ini dalam suatu ritme kehidupan yang penuh dengan hikmah, ada yang hidup maka harus ada pula yang mati, itu ketentuannya yang tak dapat dipungkiri. Karena menjadi kodrat manusia bahwa Allah subhaanahu wata'ala jadikan panjang umurnya sangat singkat, tak seperti golongan iblis dan para pengikutnya yang Allah jadikan panjang umurnya diperpanjang hingga tiba datangnya hari kiamat (Qs. Al-A'raf : 14-15) dengan tujuan menyesatkan golongan manusia sebanyak-banyaknya.

Maka, dengan terlahirnya setiap seorang bayi dimuka bumi ini akan mejadi sebuah pertanyaan "siapa manusia berikutnya yang akan habis masa hidupnya ?", sementara dapat dipastikan hampir tiap detiknya terlahir seorang bayi di bumi ini, dan semestinya pula bahwa pada setiap detiknya ada manusia yang telah habis masa hidupnya. Detik-detik itu terus berjalan, tak ada satupun yang dapat menghentikan ritmenya, tak ada satupun pula yang dapat mengundurkan diri dari bagian ritme kehidupan ini; saya, anda, dan kita semua merupakan bagian dari ritme kehidupan yang indah ini, yang secara pasti akan menjadi giliran diantara siapa-siapa yang akan berakhir masa hidupnya.

Kalau sekarang kita semua sudah memahami akan ritme kehidupan ini, maka "Ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan, hidup tak tenang, dan lainnya" bukan menjadi solusi yang tepat untuk menghadapinya, hidup ini resiko bung, hidup ini penuh konsekuensi, maka diantara manusia yang cerdas adalah mereka yang mengetahui resiko dan konsekuensinya lalu mengambil jalur keselamatan sesuai apa-apa yang diturunkan oleh Allah subhaanahu wata'ala Yang Menciptakan ritme itu sendiri, yaitu Al-Quran Al-Kariim. Mari sejenak sama-sama kita cermati apa wasiat Allah subhaanahu wata'ala kepada para hamba-hambaNya pada ayat berikut:
 تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

"Maha Suci Allah yang di Tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menjadikan MATI dan HIDUP, supaya dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang LEBIH BAIK AMALNYA. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (Qs. Al-Mulk: 1-2)


Adanya ritme kehidupan di alam ini bukan semata-mata tanpa tujuan, namun Allah sampaikan bahwa tujuannya adalah untuk menguji siapa diantara kita yang PAlING BAIK AMALNYA. semoga pesan Allah yang tertuang didalam Al-Quran ini dapat menjadi penyemangat kita dalam mengambil langkah-langkah persiapan dalam menunggu tiba masa berakhirnya hidup kita di dunia ini yang sudah semakin terlihat di depan mata.

Nastaghfirullah al-'Azhiim, Allahumma innaa nas'aluka husnul khaatimah wa na'uudzubika min suu'il khaatimah

Di sepertiga akhir malam
12 November 2013 / 8 Ramadhan 1435 H
- Puri Imperium - 

Saturday, October 5, 2013

undangan: "Donny Achmadi & 30 Juzz" Di Tempat



Seperti biasanya, kawan-kawan yang memang sudah berumur satu demi satu telah meniggalkan masa lajangnya, meninggalkan masa penuh dengan kegalauan dan candaan soal "Lawan Jenis" hhe, yaa wajar sih, namanya juga sudah berumur. dan kali ini giliran kawan dekat di kantor yang mulai berpaling status nih meninggalkan masa-masa kegalauan ke masa penuh dengan semangat, dan fokus akan tujuan hidup, begitulah menurutku soal "Pernikahan", ia akan menjadikan pelakunya mau tak mau akan menjadi pribadi yang penuh dengan "Tujuan Hidup" :D

Kawanku yang satu ini tuh satu-satunya orang yang paling deket dari segi emosional, pemikiran dan lainnya kalo di kantor, yaa walaupun secara hitungan umur, kita dibedakan dengan jarak usia 10 tahun, aneh ya ? entahlah, itu karena dia yang memang terlalu berjiwa muda atau memang saya yang memang terlalu berjiwa sok tua :D hha, rasa-rasanya penjelasan ke dua itu yang paling mendekati kebenaran, hhe.

Kalo lagi dikantor, karena memang kita duduknya bersebelahan, tentu sering ngobrol, bercanda, belajar, dan lainnya, saya suka dengan karakter yang ada pada dirinya, sosok yang sangat dewasa, yaa walaupun secara postur bisa dipastikan banyak orang mengira kalau dia masih anak kuliah, hhe, sebaliknya dengan saya, bocah ingusan, postur kayak bapak-bapak, omongannya sok tua, banyak yang ngira usia udah diatas 25, ampuun om !

Sebelumnya ia banyak bercerita tentang banyak hal, masalah pekerjaan, masalah keluarga, keuangan, sampai-sampai masalah jodoh, hhe, jadi pertanyaan besar yang selama ini menghantui saya itu, kok umur sudah kepala 3 masih belum nikah? hha, ternyata bukan karena khawatir soal kemapanan diri membawa anak orang, tapi ternyata karena memang sudah ikhtiar dari dulu-dulu tapi belum dapet anak orang yang mau sama dia :D, hha masalah klise yang cukup akut, soalnya sampe bertahun-tahun sih, hhe. dan akhirnya setelah berusaha, Alhamdulillah, Allah bukakan jalan deh, insyaAllah sebentar lagi dia mau nikah coy! hhe

Hari ini (4 Oktober 2013) di kantor akhirnya dia mulai sebar undangan nih ceritanya, sebelum dia kasih ke semua yang ada dikantor, saya yang pertama kali dikasih undangan, namun cukup mengejutkan, karena dibagian "Nama" ada yang cukup menghebohkan nih saudara-saudara, hhe, check this out !!


 "Donny Achmadi & 30 Juzz Di Tempat"

Mengejutkan, "maksudnya apa nih ??", biasanya sih kalo di undangan-undangan gitu kan ditulisnya "fulan dan istri", naah ini apaan nih maksudnyah ? "Donny Achmadi & 30 Juzz" hhaa, MasyaAllah, ini unik, sebuah Doa dari seorang kawan, rupanya dia tau betul selama ini yang kuinginkan, mudah-mudahan Allah ijaabah, *aamiin

Ketika iseng-iseng foto itu dipublish ke facebook, emang beragam respondnya, macem-macem komentarnya, yang paling kocak itu, ada yang bilang, "maksudnya Donny diundang di acara nikahannya, nanti disana terus disuruh baca Al-Quran 30 Juz", hhee, ada juga yang komentar "Oooh, jadi selama ini nama pasangannya Donny 'juzz' toh," hhe, ada-ada ajaa, ada lagi yang komentar, "Subhanallah... saking cintanya... semoga jadi pasangan yang sakinnah mawaddah wa rahmah..." , "kalo udah "sah", jangan lupa dijaga tiap malem... jangan dikecewain... nanti minta cerai dari antum... hehehe", macem-macem jawabannya deh.

Sambil cengengesan gitu, nanya deh langsung sama yang mau nikah, "Maksudnya apaan nih?", "Hhee, itu Doa dari gw don, gw doain lw semoga bisa dapet perempuan yang hafal 30 Juz, yang mana aja perempuannya, yang penting udah hafal 30 Juz" Subhaanallah, ternyata kawan saya yang 1 ini selama ini dia tau soal keinginan, cita-cita dan selera saya, luar biaasa, sambil cengengesan "Aaamiin, aamiin, makasih yah doanyaa, InsyaAllah"

Subhaanallah, momen itu menjadi sangat berharga, yang sepertinya tak akan bisa dilupakan, because, it's so especially for me, karena sebuah kalimat yang tertera dikolom nama itu kini saya jadi tersadar dan teringat, impian agar dikaruniai seorang istri yang shalehah, haafizhatul Quran, itu rupanya tak semudah yang dikira, kini saya menyadari bahwa pasangan hidup itu adalah cerminan diri kita, jika kita shaleh, maka insyaAllah kita akan dikaruniakan sosok yang shalehah, dan sebaliknya, dalam hal ini, jika saya menginginkan sosok istri yang hafal Al-Quran 30 juz, maka menjadi tuntutan bagi saya untuk berusaha menjadikan diri sebagai seorang penghafal Al-Quran 30 Juz juga, karena betapa indahnya jika sebuah rumah tangga didalamnya dibangun oleh mereka yang sama-sama mencintai RabbNya dan menghiasi hari-harinya dengan lantunan ayat-ayat suci kalamNya di pagi hari, siang hari dan di malam hari, subhaanallah, semoga itu semua tak hanya menjadi khayalan dan impian kosong belaka yang hilang dibawa oleh kegelisahan diri yang tiada berujung.

"Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa Qurrata a'yun, waja'alnaa lil muttaqiinaa imaamaa" *aamiin 

4 Oktober 2013
- Puri Imperium -

Monday, July 8, 2013

Jadi Network Engineer


 

Iseng-iseng lagi mikir, kenapa sekarang malah jadi Network Engineer (Teknisi Jaringan) yah ??

Banyak denger kabar dari kawan-kawan termasuk juga sanak family, katanya "zaman sekarang gini kalo kerja gak usah neko-neko, gak usah idealis banget pake segala harus kerja sesuai dengan jurusannya ... bla..bla..bla" 

Memang kalo diliat sekarang dimana jumlah terlahirnya SDM baru yang memiliki keahlian tertentu bisa dibilang udah kacangan karena sudah terlalu banyak jumlahnya, sementara jumlah lapangan pekerjaan ayng tersedia itu terbatas, maka sepintas berlaku perkataan mereka itu, "Kerja gak harus sesuai jurusan", toh faktanya banyak diantara kita yang aslinya lulusan Sarjana jurusan Hukum jadi penyanyi, yang Sarjana jurusan Teknik Sipil jadi pengajar umum, yang Sarjana jurusan Matematika jadi Guru Ngaji, dan lainnya. Gak nyambung yaa ? kalo dipikir-pikir ngapain belajar lama-lama sampe 4 tahun tapi udah lulus malah ilmu yang 4 tahun dipelajarin habis-habisan malah gak kepake, hmm, betul juga sih. Tapi, Alhamdulillah kini kata-kata sakti mereka itu ternyata tak berlaku buat saya, hhe

Melihat sejarah perjalanan kehidupan beberapa tahun silam, dimulai dari SMP terus melanjutkan pendidikan ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), awalnya sempat bingung milih jurusan, kalo ngikutin sesuai hobi sih pokoknya sukanya "Komputer" titik. Nah, gak taunya Komputer sendiri terbagi-bagi lagi tuh beberapa jurusan, ada "Multimedia", "Teknik Komputer Jaringan" dan "Rekayasa Perangkat Lunak". Gak pake mikir-mikir (soalnya belum tahu) akhirnya milih ngambil jurusan Teknik Komputer Jaringan, dan alhamdulillah jurusan yang dipilih ternyata selaras dengan hobi saya selama ini soal komputer. Setelah lulus dari SMK lanjut kuliah ngambil jurusan yang lebih spesifik lagi dari sebelumnya yaitu "Teknik Telekomunikasi", dari SMK sampe kuliah udah menentukan jurusan yang bener-bener udah "passion"nya dibidang Jaringan Telekomunikasi berharap kedepannya bisa dapet kerjaan yang sesuai dengan bidang yang selama ini ditekunin.

Alhamdulillah segalanya Allah mudahkan, belum selesai pendidikan kuliah namun bisa mendapatkan kesempatan pertama kali bekerja di Perusahaan Telekomunikasi penyedia layanan internet (ISP) terbesar di indonesia sebagai "Technical Support"  merupakan awal langkah yang baik dalam pematangan ilmu yang selama ini digeluti yaitu dunia Jaringan Telekomunikasi, walaupun selama bekerja betul-betul terasa lelah ngalamin pahit dan manisnya, maklum pekerja lapangan dan lagipula begitulah beratnya mencari nafkah, hhe. Selama disana setiap hari kerjaannya ke tower-tower BTS (yang warnanya merah-putih itu lho) yang tersebar di are JABODETABEK, bahkan pengalaman saat itu pernah dalam 1 hari kebagian jatah 3 Tower BTS, 1 Tower di daerah Bogor, 1 Tower di daerah Bekasi terus yang 1 Towernya lagi di daerah Tangerang, beeeuuh, rasanya itu lho, selama seharian bertugas berasa mobil operasional itu seakan-akan udah menjadi rumah ke-2 aja, hhe

Bukan itu aja, sebetulnya saya pribadi itu orangnya rada takut ketinggian, hhe. tapi malah dapet job-desknya nanganin Tower BTS yang mau gak mau setiap hari maennya sama ketinggian berpuluh-puluh meter gitu, emang semuanya kudu terpaksa sih, dan kayaknya Allah sengaja nih ngasih kerjaan yang model begini biar saya gak boleh takut sama apapun salahsatunya "ketinggian" kecuali takut hanya kepadaNya, hhaa, lagi husnudzon nih ceritanya :D , dan masih banyak pengalaman-pengalaman hebat lainnya that's so "something" for me, hhe

Berbekal banyak ilmu yang saya dapat dari sana, terus saya berusaha lagi melanjutkan petualangan didunia IT, dan Alhamdulillah lagi kini (tepatnya disaat saya nulis artikel ini) saya diberi kesempatan menjadi seorang "Network Engineer" di sebuah perusahaan IT tepatnya dibidang "Cloud Computing" (Komputasi Awan) IaaS (Infrastructure as a Services) dan SaaS (Software as a Services), memang semuanya berjalan sesuai dengan yang saya harapkan yaitu sesuai bidang yang saya minati. 

Tapi kalo ditanya alasannya kenapa milih pindah kerja padahal sebelumnya gak ada bekal apa-apa udah bisa diterima di perusahaan Telekomunikasi ISP tebesar di indonesia? hmm, yang pertama alasannya sih saya gak nyaman bekerja dengan sistem Outsourcing, yang kedua alasannya lantaran mau nyari ilmu baru untuk nambah-nambah pengalaman, dan yang ketiga alasannya sih udah pasti masalah "Income" di perusahaan yang baru ini lebih gede dibanding perusahaan sebelumnya, hhe, Alhamdulillah, semuanya bisa diterima kan alasannya ? *so pasti lah.

Namun, memang telah menjadi sebuah prinsip yang saya hujamkan bercita-cita menjadi seorang Pengusaha, sebagaimana yang sudah tertera di dalam Curiculum Vitae akan cita-cita saya "Menjadi Pengusaha Sukses yang Hafal Al-Quran dan melahirkan para generasi penghafal Al-Quran". Pengalaman bekerja selama ini bukan menjadi tujuan hidup saya kedepannya untuk terus-menerus selamanya menjadi "Network Engineer", melainkan tujuan saya pada akhirnya berusaha menjadi seorang "Pengusaha" atau bahasa kerennya "Entrepreneur" dan entah berapa lama lagi itu akan kubuktikan. Namun bukan berarti ilmu yang selama ini saya geluti dibidang IT menjadi sia-sia begitu aja nantinya, tapi dengan ilmu yang sudah  saya punya ini menjadi bekal yang InsyaAllah (mohon doanya yaaa) pada nantinya bisa menopang cita-cita saya menjadi seorang pengusaha, mungkin salahsatu jalannya memiliki perusahaan dibidang IT, atau menciptakan pusat pelatihan keahlian dibidang-bidang khusus seputar IT. Amiin, insyaAllah ..


Ditulis 08 Juli 2013
- Puri Imperium - disepertiga malam

Tuesday, June 25, 2013

Dauroh Al-Quran "Berkah Hidup Bersama Al-Quran"



"Ujian Tasmi Al-Quran 30 Juz"
Kiri: Ust M. Suud Lc, Al-Hafizh, tengah: Akh Hubab Iqbal (pentasmi'), kanan: Ust. M. Iqbal Lc, Al-Hafizh

Hampir 2 Tahun mengejar mimpi, berusaha untuk menggapai kemulian yang agung menjadi Haafizhul Quran menjadi santri Ma'had Markaz Al-Quran, menempa diri untuk menjadikan Al-Quran sebagai penawar rindu, Obat bagi hati, kerangka berfikir dan jalan hidup, alhamdulillah langkah-langkah penuh keletihan itu sedikit-sedikit mulai menunjukan buahnya.

Dauroh Al-Quran yang kali ini diadakan pada tanggal 21-23 Juni 2013 menjadi sumber inspirasiku untuk tak pernah lelah mengejar tujuan untuk menjadi Ahlul quran walaupun dalam prosesnya dijalani dengan segenap keletihan yang ada, membagi hidup menjadi 3 bagian menyeleksi waktu-waktu untuk dapat berinteraksi dengan Al-Quran ditengah kesibukan menjadi seorang Mahasiswa dan Pekerja IT disiang harinya dan menjadi santri bodoh yang berusaha mendalami ilmuNya yang agung di malam harinya.

Ritual program Dauroh Al-Quran sejatinya merupakan salah satu program unggulan yang diadakan oleh Markaz Al-Quran teruntuk para santri-santrinya dengan bertujuan mentarqiyah (meningkatkan) kualitas masing-masing santri yang ada, kalau pada Dauroh sebelumnya, panitia Dauroh mengambil tema "Nahnu Khuddaamul Quran" (Kami adalah para pelayan Al-Quran) maka kali ada something that's so special, soalnya Dauroh kali ini diadakan salahsatunya untuk diadakannya "Ujian Hafalan" bagi para santri-santrinya, semua santri dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah Hafalan Al-Quran yang ingin diujikan, ada yang 5 juz awal, 5 juz akhir, 10 juz, dan 15 juz, tapi bukan cuma itu, ada 1 orang yang akan diuji seluruh hafalannya dengan tasmi' (pembacaan Al-Quran dengan hafalan) Al-Quran 30 Juz, dengan rentang waktu yang sangat singkat, yaitu selama Dauroh ini berlangsung (dari Jum'at siang sampai Ahad subuh), dan Alhamdulillah sang pentasmi' yaitu akhuna Hubab Iqbal berhasil membuktikannya, dan selesai pembacaan Al-Quran 30 Juz pada bada shalat subuh hari ahadnya.

Bocah muda ini bener-bener jadi inspirasi banged deh, "For your information" bocah yang satu ini masih muda banget, masih 19 tahun, dan ternyata dia udah hafal 30 Juz Al-Quran sejak masih kelas 3 SD, dan ternyata ayahnya ini juga adalah seorang haafizhul Quran yang memiliki 3 orang anak dan semua anak-anaknya telah hafal Al-Quran pada waktu usia anak-anak, ya rata-rata kelas 3 SD, diantaranya yaitu akhuna Hubab Iqbal, Al-Hafizh, subhaanallah .. jadi malu rasanya kalo ngaca pada diri sendiri :(

Ada juga saudara-saudara kita nan jauh di kota Jogja yang rela berlelah-lelah datang mengikuti Dauroh kali ini, patut ngacungin jempol deh buat mereka, namun kelelahan mereka terlihat serasa terobati ketika mengikuti dauroh kali ini, karena setiap peserta dauroh kali diberikan target untuk selesai tilawah sampai 20 Juz selama acara dauroh ini berlangsung, yaa begitulah Al-Quran ketika menjadi penawar lelah bagi hamba-hambanya yang beriman yaitu dengan cara banyak-banyak berinteraksi dengannya.

Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan nikmatnya kepada hambanya yang lemah ini untuk bisa ikut Dauroh kali ini walaupun kudu rela izin meliburkan diri dari kantor pada hari jumatnya, hhe :D, niatnya mau refreshing iman gitu deh, rasanya kering juga hati ini dalam putaran agenda harian yang padet gitu dan cuma bisa berinteraksi dengan Al-Quran sekenanya aja, malu juga sama Allah rasanya, dikasih 24 jam, tapi berapa jam kita pake buat berinteraksi dengan Al-Quran ?? bener-bener tak bisa terbayarkan rasanya ketika dikasih nikmat oleh Allah dengan 3 hari bersama Al-Quran.

Dengan mengangkat Tema "Berkah Hidup Bersama Al-Quran", taujih-taujih yang diberikan oleh guru kami ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc, Al-Hafizh menjadi sebuah nasihat yang sangat berharga. Disela taujihnya, beliau memberikan gambaran batasan waktu minimal yang sekiranya wajib bagi siapa yang benar-benar bersungguh-sungguh mau menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya, catet nih !!
jadi untuk batasan waktu minimal bagi seseorang untuk berinteraksi dengan Al-Quran itu ada 2 :

  1. min. 9 jam, ini waktu khusus yang sekiranya dialokasikan dalam 24 jam bagi mereka-mereka yang gak banyak aktivitasnya (yang belum menikah, belum sibuk bekerja, kuliah dan lainnya), nasihat ini ditujukan terkhusus seluruh santri Markaz Al-Quran yang kesempatan waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qurannya tinggi.
  2. min. 3 jam, ini waktu khusus yang sekiranya kudu/wajib/harus dialokasiin dalam seharinya bagi mereka-mereka yang udah punya aktivitas dan beban kehidupan (yang udah menikah, punya anak-istri, udah bekerja, kuliah, dan lainnya).
udah dicatet kan ??
*kalau sekiranya dalam sehari kita gak penuhi target waktu minimal yaa maka besoknya kudu dirapel.

Yaa ini gak wajib sih, gak ada dalilnya juga kok, tapi sekali lagi, ini batasan yang sekiranya dijadikan patokan bagi siapa yang benar-benar kuat azzamnya, dan sungguh-sungguh asanya untuk menjadi Shaahibul Quran, soalnya didalam banyak ayat dan hadits-hadits juga disebutkan anjuran untuk memperbanyak intensitas interaksi bersama Al-Quran.

Tapi kalo dipikir-pikir, bagi kita yang punya macem-macem kesibukan, entah itu bekerja, kuliah ataupun yang lainnya, waktu 3 jam itu rasanya gak mustahil deh kita sisain untuk Al-Quran, coba masing-masing liat jam, itung deh, dari waktu bangun tidur, sampe mau tidur lagi, 3 jam masih ada kah ? kalau gak ada yaa terpaksa jam tidurnya dipotong deh, hhee (gak apa-apa lah kan demi Al-Quran :) )

Mudah-mudahan usaha kita yang seperti itu bisa jadi sebab kita diberi syafaat di Hari Kiamat oleh Al-Quran, sebagaimana datang sebuah hadits berikut :

Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Puasa dan Al Qur’an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Dan Al Qur’an pun berkata, ‘Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Lalu syafaat keduanya diterima Allah.’ [HR Ahmad]


Dan Akhirnya, InsyaAllah, kita semua berharap, siapapun kita dan apapun kesibukkan kita tidak menjadikan sebuah halangan dan alasan bagi diri kita untuk tidak berinteraksi dengan Al-Quran setiap harinya hingga ajal menjemput, amiin ..

Jakarta, 25 Juni 2013
-Puri Imperium, di sepertiga malam-

Friday, October 12, 2012

Kepolosan kini hanyalah cerita (2)


Kepolosan itu rupanya kini memang telah sirna dari diri kami, ataukah memang suasana kepolosan itu hanya berada ketika dulu kami masih bocah ingusan ?? yang kalo lagi maen kemana-mana ingus meler ngelapnya pake kaos di badan ?? yang zamannya kalo pergi kemana-mana suka ngerengek-rengek sama mama minta jajan ?? hhhaa, rupanya memang kini kami gak begitu lagi, lebih suka pergi sendiri daripada ditemenin mama, bahkan malu kalo ketemu temen dijalan ngeliat kita lagi jalan sama mama kita sendiri, banyak loh yang begitu ?? (aneh, kok sama emak sendiri malu ..)

Masih ku ingat ketika kami lelah dan penat sepulang sekolah, namun tetap semangat kalo diajak maen dan gundu dan layangan, sekolah di SD manapun, namun akhirnya yaa tetep maen gundu satu tempat, itulah bagi kami sebuah persahabatan, hhee, namun kini persahabatan itu kian memudar, masa-masa remaja dimana setiap orang ingin membuat dan mencari kelompok membuat kami kehilangan persaudaraan itu, mulailah kita berpencar menjadi beberapa genk (cieelah, kayak di film film aja), ada genk cupu (yang masih doyan main mainan bocah), ada genk music (omongnnya band melulu), ada genk alay (kemana-mana pake topi, bawa hape sambil smsan sama cewe dan ngobrolnya soal cewe melulu deh), ada juga yang konsisten mempertahankan kepolosannya ditengah kemelut kealayan dan kesokgaulan, hhee (anak gak gaul, kumpulnya di pos ronda, pasti kerjaannya ngobrolin tentang cerita2 lucu dan heboh yang dulu pernah kami alami, itulah aku dan beberapa temanku).

Namun dibalik itu semua, ketika masing-masing kami mulai memasuki masa-masa SMA, mulailah perubahan besar terjadi (cieelah, mulai sok sok serius deh, hhee), gejolak pemikiran remaja kian merambat dan mewabah dalam diri-diri kami, lingkungan sekolah masing-masing kamilah yang kini paling mempengaruhi watak, perilaku dan kebiasaan kami, hebatnya ada aja diantara kami yang tetep kekeh (dibaca: keukeuh) mempertahankan rasa kepolosannya walau dilingkungan sekolahnya, yaah dimana-mana culun dah pokoknya, kasian juga sih, hhee. dan juga banyak diantaranya yang malah lebih seneng nongkrongnya ngikut anak-anak yang doyannya kalo pulang sekolah nyari mobil bak, truk yang searah pulang, kadang lucu juga kalo ngeliat mereka nyetop tuh truk, ke tengah jalan sambil lambai2in tangan, sambil teriak "Bang..bang.. ngikuuutt bang...", ada yang langsung berhenti, ya iyalah, kalo jalan tuh anak orang bisa mental ketabrak.. namun ada juga para sopir truk yang tak mau berhenti, malah tetep tancap gas, mau gak mau tuh si bocah sok berani itu malah lari dan lompat ke pinggir jalan sambil teriak "Ba**sat .... tuh truk" (looh, kok truknya yang dikatain, harusnya sopirnya lah.. hhee)

Diantara mereka yang mulai doyan kumpul2 sama anak2 yang begitu tuh, yang juga hobbi banget sambil naek truk trus ngajakin tawuran anak2 sekolah lain, wedeh, ngeri dah kalo udah maennya tawuran, ternyata banyak diantaranya yang dari rumahnya udah persiapan bawa "Celurit", "Sabuk+Gir motor", dan yang lebih parah, ada juga yang sampe bawa "Samurai", wuuuiiihh, hebatnya tuh bocah2 pinter banget ngumpetinnya di sekolah biar gak ketauan sama guru-guru, mereka sengaja persiapin semua itu untuk tawuran sama sekolah lain, gak tau deh motifnya apa tuh mereka tawuran, buat kenalin nama sekolahnya?? (hebat juga, sekalian jadi tim marketing sekolahnya, hhe), pengen ditakuti ?? (emangnya setan apah), buat nyari adrenalin?? (hhhaa, alasan terkoplak nih) atau uji nyali ?? (aneh-aneh ajaa, ckck)

Diantaranya ada kawanku, kawan 1 perguruan (hhaa, perguruan maen layangan dan gundu), kami sangat akrab, dia juga termasuk diantara bocah-bocah yang menjiwai dunia kepolosan (ngerti kan maksudnya ?? hhe), dan dia juga rumahnya nempel dengan rumahku, bahkan, kalo mau manggil dia mah gampang, tinggal ke perbatasan antara rumahku dan rumahnya (cielah), nongolin (bahasa gaulnya apa yaa?? hmm,, mikir sendiri deh) kepalaku dikit ke rumahnya, keliatan deh tuh bocah lagi maen di teras rumahnya, kalo gak ada yaa teriak aja "Abuu ... abuu ..", sebut saja namanya "Abu", Abu itu nama panggilannya, nama aslinya "Dedi Triyudha", dari dulu kami bertanya-tanya, kok dipanggil "Abu" ?, rupanya dijendela depan rumahnya ada stiker berwarna-warni mengkilat dengan tulisan "Padepokan Abu Suja"", info sedikit nih bagi yang belom tau, Abu Suja itu adalah seorang Ulama pakar Fikih mazhab Syafi'i, tak hanya itu, beliau juga pernah diangkat sebagai seorang Menteri, bahkan banyak yang menggelarinya dengan sebutan "Syihaabud Dunya wad diin" (Bintangnya Dunia dan Agama), mungkin bapaknya si Abu ini pengen banged anaknya suatu saat bisa menjadi seperti Abu Suja', namanya juga orang tua ya.

Tapi keinginan sang orang tua tak seperti kenyataan, dahulu sosok Abu yang penuh dengan kepolosan kini ia menjadi remaja dengan jiwa bergejolak yang tinggi, ia lebih doyan kumpul dengan teman-teman sekolahnya yang suka tawuran dengan sekolah lain, dan itu ia jalani selama masa ia sekolah di SMK B*****A (disensor), hingga tibalah di sore hari, saat ku bertugas menyusuri jalanan jakarta mencari site microcell berdering handphoneku membuyarkan lamunanku, dan ternyata ibuku yang nelpon, "Assalaamu'alaikum, ada apa mah??" ,, "Don, don, si Abu meninggal !!",, "Abu ?? " ,, "Iyaa, Abu si Dedi meninggal dikeroyokin waktu tawuran" .. nyesss .. langsung lemas seluruh badan mendengar berita kawanku dari kecil, maen gundu dan layangan bareng, harus meninggal karena tawuran..

malam hari kusampangi Rumahnya dan terlihat rame banged di depan rumahku, dan ternyata berita itu benar,, kutanyakan perihal ini kepada kawan-kawanku, terlihat raut wajah mereka yang sedih, bahkan sempat kutelusuri berita itu di internet dan benar, berita itu sampai terposting 2x di Detik.com, benarlah, kawanku Abu, kawan kami yang dahulu penuh dengan kepolosan, kini telah mendahului kami semua karena sebuah konsekuensi logis dari salahnya memilih teman dan pergaulan yang mengotori jiwa kepolosannya, keinginan orangtuanya untuk mendambakan sang anak menjadi sang "Abu Suja'" pun kandas. impian, harapan dan cita-cita untuk sebuah masa depan yang gemilang pun luluh lantah kini tak berarti, menjadi sebuah ratapan dalam yang mengikis hati, terlihat membatin nan putus asa sang ibu menerima keadaan, padahal sekitar 2 minggu sebelumnya, sang Ibu pun menerima sebuah kenyataan pahit bahwa adiknya meninggal dan kini ia harus pula menerima kenyataan pahit akan kehilangan ananda tercinta, sang bontot dan laki-laki satu-satunya yang Allah anugerahkan kepadanya. akupun tak bisa membayangkan kegundahan dan tersiksanya hati bila hati ini harus menerima kenyataan seperti yang beliau rasakan.

kenyataan ini pun juga menjadi tamparan hebat bagi diriku, kenapa aku tak bisa menjaganya, menjaga agar lingkungan buruknya tak mendominasi sikap dan perilakunyan sampai seperti ini, kenapa aku hanya terdiam saat dunia celurit, gir dan samurai tersimbah ke kehidupannya, hanya diam seakan-akan menyetujui perihal itu semua, kini hanya bisa menyesal, menyesal dan menyesal, karena kepolosan yang dahulu kami lalui bersama kini hanyalah sebuah cerita ..

Saturday, October 6, 2012

Kepolosan kini hanyalah cerita


Tak terasa umurku sudah mendekati kepala 2, sudah 19 tahun tinggal di Bumi, bosen sih, tapi yaa gimana lagi ya, emang udah tugas diciptainnya manusia tinggal dan ngurusin bumi sih, bahasa kerennya “Jadi Khalifah di Bumi”, jadi saya sebagai manusia hanya bisa pasrah menerima kodrat yang udah ditentuin Allah jauh-jauh hari sambil terus usaha pastinya biar semua tujuan dan harapan serta cita-cita saya tercapai, Amiiin (Mohon doanya yaa)

Lucu rasanya kalo mengenang masa-masa kecil dulu, waktu masih jamannya siang-siang pulang sekolah, badan capek, tapi kalo denger suara temen manggil “Don, maen gundu yuk” beeuh, rasanya semua penat dan kelelahan abis sekolah tuh buyar, sigap kujawab “Yoookk, Tunggu bentar, pake kostum dulu (maksudnye ganti baju) hhee”, berjam-jam maen gundu (bahasa kampungnya kelereng) sampe lupa waktu, lupa diri dan lupa daratan (aahh, lebaay), waktu itu jaman masih bocah, permainan-permainan yang ndeso (tradisional maksudnyee) itu bukan Cuma gundu, ada maen Tajos (tau gak ?? klo gak tau cari di google, hhe), gambaran (maen tepokkan, qiyu qiyu, bandaran, dll), layangan (berjam-jam siang-siang jadi makin keling deh tuh badan, hhe), maen Beyblade, Tamiya (ini permainan yang paling boros bikin berhari-hari gak jajan di sekolah demi ngumpulin biar bisa beli aksesoris tambahan, tapi seru, hhee), monopoli (beli beli Negara gitu deh), maen apa lagi yaa ?? bentar, mikir dulu ….

Oiyaa inget, ada juga maen BETE 7 (ada 1 orang yang kena tugas –jaga- gitu, terus ada 7 keramik berukuran kecil yang ditumpuk terus dari jarak sekian meter kita nyambit (ngelempar) pake sandal atau apa kek, yang penting tuh sampe tepat sasaran di tumpukan keramik itu, terus kalo berhasil buyar tuh keramik, yang lainnya lari kemana tau dah ngumpet pokoknya, sambil yang tugas itu nemuin mereka satu persatu sambil nginjek sandal yang ada di depan tumpukan keramik yg udah disusun sambil teriak, sii anu hong, si itu hong, hhee Ada banyak lagi deh pokoknya yang lain, maen petak umpet, polisi-polisian, Benteng, teruss apa lagi yaa,, hmm….

Oia, ada yang keren, maen simulasi sepak bola gitu deh pake kertas, dari pemain-pemainnya sampe gawangnya, trus pake bolanya yang kecil dari kertas (kertas dibasahin pake air ludah terus dipencet-pencet sampe bulet, hhee), dan masih banyak permainan-permainan kocak yang dulu saya dan kawan-kawan deket rumah maenin sehari-hari, hingga terasa sangat nikmat kalo 1 RT ngikut maen semua tuh, waaah, kebersamaannya kerasa banged, walaupun kadang-kadang ada 1 -2 orang yang berantem gara2 maen ledek-ledekan, eh tapi 1 jam kemudian maen gundu bareng lagiii, hhaaa, kocak dah, makluum masa bocah, masa-masa penuh kepolosan.

Masa-masa penuh kepolosan itu kami rasakan dahulu, hingga beberapa tahun kemudian, permainan-permainan itu semua kini hanya tinggal kenangan indah yang hanya bisa dirasakan kalo lagi ngobrolin masa-masa bocah dulu, kini yang lain terlarut oleh permainan-permainan baru yang dipelopori oleh kemajuan teknologi, mulai dari Nintendo, Sega, Playstation 1-3 dan sekarang yang mulai banyak digandrungi bocah-bocah jaman sekarang, yaitu Game Online, mereka kini tak lagi mau menghabiskan waktunya bersama kami dan teman-teman lainnya untuk bermain layangan, gundu, gambaran, dll. Mereka lebih asyik main berjam-jam didepan layar kaca dengan ditemani sepotong keyboard dan segenggam Mouse sambil didukung speaker dengan suara yang menggelegar, hingga saking asiknya mereka bermain, keluarlah celotehan, “HHHoooo, m***us rasain”, “AAAhh, A**ING !! B*go banget si nih orang”, “AAhh, Go*lok nih komputernya, lemot B***SAT”, dan lainnya ..

Sudah tak terdengar suara ramai anak-anak dipinggir rumah yang dahulu sering terdengar setiap sore hari sekitar jam 4 sore bermain Gundu, polisi-polisian, petak umpet, dan lainnya, yang terdengar hanyalah suara para orangtua yang menannyakan kepadaku “Don, liat si … nggak ?? daritadi pulang sekolah belum pulang, padahal udah hampir mahrib begini” dan ternyata anaknya lagi asik di Warnet bermain GameOnline bersama teman-temannya, rela tak jajan di sekolah rupanya bisa maen ke Warnet berjam-jam, kasian banget yah.

Hingga beberapa tahun kemudian kami telah menginjak masa-masa Remaja sekitar 14-18 tahun, masa-masa telah mengenal wanita, maka kulihat banyak teman-temanku kini sudah berani dan tak malu kemana-mana berdua dengan seorang wanita, yang kutelusuri ternyata mereka berdua merajut hubungan yang dinamakan “Pacaran”, dan wabah itu semakin menyebar, tapi Alhamdulillah ada beberapa temanku yang tak pacaran, hmm, kenapa yaa ?? ternyata bukannya mereka tak mau pacaran, tapi karena mereka Tak laku, tampang pas-pasan tapi pengen punya pacar gak kesampean, hhaa, Mungkin Allah menyelamatkannya melalui Rupa wajahnya, :D (Bersyukurlah yang jelek, hhaa)

Semakin hilang fenomena “Kepolosan” yang dulu kami lalui, kini berganti fenomena “Trendy dan Funky”, teman-temanku yang lain juga mulai banyak yang beralih kesibukannya diluar sekolah menjadi “Anak BAND” (kalo saya anak emak, hhe), music, music dan music lah sahabat mereka sehari-hari, dari aliran “Mellooww, Reggaee, Melodic, HardCore, Screeam, sampai DeathMetal” wedeh, wedeeh, bahkan banyak juga yang udah Go Public, Rekaman dan Banyak Jam terbang Tampil dimana-mana, keren dah udah pada beken tuh bocah, padahal dulu maen gundu bareng, hhaa

Yaa itulah beberapa kisahku di atas muka Bumi ini, yang nanti kami semua akan melihat Rekaman itu semua di Hadapan Ilahi, hhee (Nantikan kisah lanjutannya yaa..)