Self Learner | Information Technology Enthusiast | Hamba Allah

My photo
Pribadi yang berdzikir itu : kalau bicara, bicaranya dakwah, diamnya berdzikir, nafasnya tasbih, matanya penuh ramat Allah, telinganya terjaga, pikirannya baik sangka, tidak suka sinis, pesimis dan tak suka memvonis. . dia tidak sibuk mencari kesalahan orang lain dan asik memperbaiki dirinya . . (Ust.Muhammad Arifin Ilham)

Tuesday, November 12, 2013

"Kelahiran & Kematian" sebuah ritme kehidupan yang indah




Dalam bergulirnya waktu, hari ke hari, Allah subhaanahu wata'ala yang telah mengatur segalanya, siang berganti malam, malamnya pun berjalan menuju siang, rutinitas sehari-hari yang telah kita lalui rasanya sangat cepat berlalu, kita yang dahulu merasa sebagai seorang anak, tahu-tahu kini sudah mempunyai anak, bahkan ada diantara kita yang dahulu merasa sebagai seorang cucu, tahu-tahu kini sudah mempunyai cucu, dan tak terasa semuanya itu telah berjalan dengan sangat singkat.

Begitu pula kehidupan ini, disatu waktu ada manusia baru yang terlahir, dan disaat yang bersamaan, ada pula manusia yang jadwal kehidupannya berakhir. kita melihat banyak disekeliling kita yang kini sudah berkeluarga dan kini telah melahirkan seorang anak, dan kita melihat banyak pula di sekeliling kita yang belum ataupun sudah berkeluarga namun telah berakhir masa hidupnya di dunia.

Subhaanallah, sungguh banyak ritme kehidupan yang indah jika dimaknai dengan nilai-nilai tadabbur, dan menjadi sebuah kepastian bahwa kita lah yang selanjutnya menjadi para calon-calon manusia yang akan habis masa hidupnya di dunia ini, itulah kepastian. Namun entah kapan itu tiba saatnya kita hanya bisa menunggu, ada diantara kita yang menunggunya dengan bermacam kelalaian, namun ada pula yang menunggunya dengan beragam persiapan bekal-bekal amalan terbaik yang dapat ia persaksikan nanti dihadapan RabbNya.

Kemarin (11 November 2013), menjadi sebuah hari yang sangat menyenangkan namun disisi lain juga menjadi sangat menyedihkan. Mengapa ? karena disatu sisi sangat bahagia mendengar kabar baik dari salah seorang kawanku dan juga guruku (Prasetyo Rudi Hartono) bahwa malam sebelumnya telah dikaruniai seorang anak perempuan, dan beberapa jam setelahnya yaitu esok paginya mendapat kabar gembira lagi dari kawan lainnya (Jayadin) dengan kelaihran seorang anak perempuan. Subhaanallah walhamdulillah Mudah-mudahan mereka selalu dalam penjagaan Allah subhaanahu wata'ala, menjadi mujahid mujahidah penegak agama Allah dan menjadi kebanggaan kedua orangtuanya di Dunia dan di Akhirat kelak, Aamiin aamiin yaa Rabbal 'Aalamiin.

Namun dipagi itu pula mendapat kabar duka dari seorang kawan yang kehilangan ibunya yang tercinta (Ikhwan Firmansyah) -semoga Allah ampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya dan diberikan tempat terbaik disisiNya-. Sungguh Allah subhaanahu wata'ala Yang Maha Berkuasa atas seluruh alam, dia yang mampu membolak-balikan hati, betapa mudah bagiNya menjadikan seorang hamba disatu waktu merasa bahagia, dan beberapa saat setelahnya merasa berduka.

Pagi itu membuatku sejenak berfikir, sungguh betapa Maha Kuasa Allah subhaanahu wata'ala menjadikan segala-galanya di alam dunia ini dalam suatu ritme kehidupan yang penuh dengan hikmah, ada yang hidup maka harus ada pula yang mati, itu ketentuannya yang tak dapat dipungkiri. Karena menjadi kodrat manusia bahwa Allah subhaanahu wata'ala jadikan panjang umurnya sangat singkat, tak seperti golongan iblis dan para pengikutnya yang Allah jadikan panjang umurnya diperpanjang hingga tiba datangnya hari kiamat (Qs. Al-A'raf : 14-15) dengan tujuan menyesatkan golongan manusia sebanyak-banyaknya.

Maka, dengan terlahirnya setiap seorang bayi dimuka bumi ini akan mejadi sebuah pertanyaan "siapa manusia berikutnya yang akan habis masa hidupnya ?", sementara dapat dipastikan hampir tiap detiknya terlahir seorang bayi di bumi ini, dan semestinya pula bahwa pada setiap detiknya ada manusia yang telah habis masa hidupnya. Detik-detik itu terus berjalan, tak ada satupun yang dapat menghentikan ritmenya, tak ada satupun pula yang dapat mengundurkan diri dari bagian ritme kehidupan ini; saya, anda, dan kita semua merupakan bagian dari ritme kehidupan yang indah ini, yang secara pasti akan menjadi giliran diantara siapa-siapa yang akan berakhir masa hidupnya.

Kalau sekarang kita semua sudah memahami akan ritme kehidupan ini, maka "Ketakutan, kekhawatiran, kegelisahan, hidup tak tenang, dan lainnya" bukan menjadi solusi yang tepat untuk menghadapinya, hidup ini resiko bung, hidup ini penuh konsekuensi, maka diantara manusia yang cerdas adalah mereka yang mengetahui resiko dan konsekuensinya lalu mengambil jalur keselamatan sesuai apa-apa yang diturunkan oleh Allah subhaanahu wata'ala Yang Menciptakan ritme itu sendiri, yaitu Al-Quran Al-Kariim. Mari sejenak sama-sama kita cermati apa wasiat Allah subhaanahu wata'ala kepada para hamba-hambaNya pada ayat berikut:
 تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ الْمُلْكُ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ .. الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

"Maha Suci Allah yang di Tangan-Nya lah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dialah yang menjadikan MATI dan HIDUP, supaya dia menguji kamu, siapa diantara kamu yang LEBIH BAIK AMALNYA. Dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" (Qs. Al-Mulk: 1-2)


Adanya ritme kehidupan di alam ini bukan semata-mata tanpa tujuan, namun Allah sampaikan bahwa tujuannya adalah untuk menguji siapa diantara kita yang PAlING BAIK AMALNYA. semoga pesan Allah yang tertuang didalam Al-Quran ini dapat menjadi penyemangat kita dalam mengambil langkah-langkah persiapan dalam menunggu tiba masa berakhirnya hidup kita di dunia ini yang sudah semakin terlihat di depan mata.

Nastaghfirullah al-'Azhiim, Allahumma innaa nas'aluka husnul khaatimah wa na'uudzubika min suu'il khaatimah

Di sepertiga akhir malam
12 November 2013 / 8 Ramadhan 1435 H
- Puri Imperium - 

Thursday, October 10, 2013

Menunda Nikah karena belum mampu secara "Finansial" ?



"Aku heran pada pemuda yang ada dalam kefakiran, Rabbnya menjanjikan kekayaan dalam pernikahan; tetapi mengapa tak menyegerakan .." (Umar ibn khattab radhiallahu 'anhu)

Sedikit kalimat dari seorang tokoh sahabat agung yang kurasa sangat "nyelekit" bagi kami para bujang, singkat, padat, jelas dan tak terbantahkan!!

SINGKATt karena memang hanya terdiri dari 3 kalimat, PADAT memang karena didalamnya penuh makna, JELAS karena siapapun yang membacanya tak perlu meminta penjelasan dari kata-kata yang sulit dicerna didalamnya, danTAK TERBANTAHKAN karena memang kalimat yang ringkas tersebut diungkapkan dengan dasar pemahaman yang diambil dari Al-Quran yang memang wajib kita imani semua yang ada didalamnya, silahkan ambil mushaf, dan buka Quran surat An-Nuur ayat 32 yang tepatnya berada di juz ke 18.

"Dan nikahilah orang-orang yang masih membujang diantara kamu, dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahaya-mu yang laki-laki dan perempuan. 'Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya'. dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), Maha Mengetahui"

Banyak kita dengar dari beberapa orang ikhwan diantara kita yang kondisinya masih bujang, "kenapa belum juga menikah?" "kapan nikahnya??", dan jawaban yang paling banyak dijumpai adalah seputar masalah "kemampuan finansial" yang belum mencukupi, jika mau tegas, maka akan kita katakan, "kamu seorang muslim? kamu beriman kepada kitabullah? baca ayat diatas!!"

Begitulah sekiranya kondisi kerapuhan kematangan beberapa orang ikhwan yang kini sering saya jumpai, meskipun sekarang kondisinya saya juga termasuk diantara mereka yang berstatus "membujang", namun sama sekali saya tak menjadikan kata "finansial" menjadi problem terbesar yang membatasi antara saya dengan "pernikahan", mencoba meyakinkan hati untuk lebih mengimani firman  Allah seluruhnya, diantaranya yaitu janjiNya "Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karuniaNya".

Namun ada pula yang mereka jujur dengan dirinya mengatakan alasan belum menikah karena alasan yang sangat bisa diterima yaitu "sedang belajar untuk mendalami tentang pernikahan" yaa makanya salahsatu caranya belajar itu join di "sekolah Pernikahan" lah, hhe :)

Soal masalah belum mendapatkan pekerjaan sepertinya bukan alasan yang logis, karena sejatinya Allah menempatkan rezeki bukan hanya diletakan disana, banyak langkah-lagkah yang Allah hamparkan dibumi ini untuk kita ambil sebagai wasilah untuk menggapai karuniaNya, apalagi Allah menjanjikan solusi bagi para Hambanya yang senantiasa menjaga ketaqwaannya dengan "Rezeki yang tidak diduga-duga", "Urusan yang dimudahkan", "Jalan keluar dari setiap masalah", dan yang lainnya, kalo ndak percaya, coba buka aja AlQurannya, buuaaannyyaaak banget kok, diantaranya coba ubek-ubek di surat Ath-Thalaq deh :) yang secara nama suratnya aja udah punya keterkaitan dengan masalah seputar pernikahan.

Maka perlu diyakini, bener kata para sesepuh, "pernikahan" itu gerbang menuju segala kemudahan, kata mereka "kalo udah nikah, ada aja kemudahannya".
walaupun saya sendiri belum merasakannya, tapi saya bisa memastikannya dengan  mengamati beberapa kawan yang memang setelah nikah ternyata makin keliatan mudah hidupnya dibandingin waktu ngebujang, seriiuuss :)

Banyak kisah-kisah dari kawan-kawan saya yang memang kalo diliat kasian juga namun sangat inspiratif, dengan modal seadanya ditambah tawakkal kepada Allah, mereka memang berazzam menikah karena Allah, salahsatu bentuk penjagaan nilai-nilai ketaqwaan dalam dirinya untuk menjaga dirinya dari yang haram, dan Alhamdulillah akhirnya berhasil melangsungkan pernikahan, walaupun dengan walimah pernikahan yang biasa-biasa saja, diantaranya, pernikahan kawan saya, itu walimah pertama yang saya datangi yang didalamnya tak ada kursi duduk untuk para tamu undangan, bukan karena tema pernikahannya 'lesehan', namun memang mereka gak mampu untuk menyewa kursi, MasyaAllah, cuma modal seadanya dibarengi tawakkal kepada Allah subhaanahu wata'ala, dan ditambah salahsatu maharnya yaitu "1 paket kitab tafsir ibnu katsiir" Subhaanallah, dan alhamdulillah kini kulihat mereka hidup dalam berbagai kemudahan yang Allah berikan kepadanya.

Kalo disini ngomonginnya sedikit membahas permasalahan rezeki yang menyebabkan tertundanya pernikahan saya rasa kudu balik lagi ke obrolan sebelumnya, di Al-Quran janji Allah kepada HambaNya soal Rezeki itu dibahas dan dijanjikan kepada mereka yang disebut "orang bertaqwa", maka pegang teguh kalimat itu dan yakini, kalo udah yakin, yuk para ikhwan, saya bukannya mengajari, toh saya masih cetek ilmunya, namun cuma sekedar sama-sama mengingatkan, yuk sama-sama kita jaga nilai-nilai ketaqwaan kita, diawali dengan menjaga shalat wajib diawal waktu sambil diusahain untuk istiqomah berjamaah, ditambah amalan-amalan sunnahnya, shalat sunnah rawatib, Dhuha, Qiyamul lail, puasa sunnah senin-kamis, tiap hari biasain membaca Quran, menjaga wudhu, menundukan pandangan, dan lainnya.

InsyaAllah ikhtiar kita berupa amalan-amalan shaleh yang kita lakukan menjadi sebuah bukti dihadapan Allah bahwa kita sudah berusaha menjaga nilai-nilai ketaqwaan dihadapanNya, sambil terus berikhtiar mencari rezeki yang halal.

Yakini bahwa Allah subhaanahu wata'ala akan senantiasa menolong hamba-hambaNya yang berusaha menyempurnakan agamanya

yaa Ikhwaan, Bumi Allah itu teramat luas, Makhluq ciptaanNya pun teramat banyak, namun yakinilah rezeki tiap-tiap makhluq ciptaanNya selalu ada disisiNya dan tak aka pernah habis :)

Saturday, October 5, 2013

undangan: "Donny Achmadi & 30 Juzz" Di Tempat



Seperti biasanya, kawan-kawan yang memang sudah berumur satu demi satu telah meniggalkan masa lajangnya, meninggalkan masa penuh dengan kegalauan dan candaan soal "Lawan Jenis" hhe, yaa wajar sih, namanya juga sudah berumur. dan kali ini giliran kawan dekat di kantor yang mulai berpaling status nih meninggalkan masa-masa kegalauan ke masa penuh dengan semangat, dan fokus akan tujuan hidup, begitulah menurutku soal "Pernikahan", ia akan menjadikan pelakunya mau tak mau akan menjadi pribadi yang penuh dengan "Tujuan Hidup" :D

Kawanku yang satu ini tuh satu-satunya orang yang paling deket dari segi emosional, pemikiran dan lainnya kalo di kantor, yaa walaupun secara hitungan umur, kita dibedakan dengan jarak usia 10 tahun, aneh ya ? entahlah, itu karena dia yang memang terlalu berjiwa muda atau memang saya yang memang terlalu berjiwa sok tua :D hha, rasa-rasanya penjelasan ke dua itu yang paling mendekati kebenaran, hhe.

Kalo lagi dikantor, karena memang kita duduknya bersebelahan, tentu sering ngobrol, bercanda, belajar, dan lainnya, saya suka dengan karakter yang ada pada dirinya, sosok yang sangat dewasa, yaa walaupun secara postur bisa dipastikan banyak orang mengira kalau dia masih anak kuliah, hhe, sebaliknya dengan saya, bocah ingusan, postur kayak bapak-bapak, omongannya sok tua, banyak yang ngira usia udah diatas 25, ampuun om !

Sebelumnya ia banyak bercerita tentang banyak hal, masalah pekerjaan, masalah keluarga, keuangan, sampai-sampai masalah jodoh, hhe, jadi pertanyaan besar yang selama ini menghantui saya itu, kok umur sudah kepala 3 masih belum nikah? hha, ternyata bukan karena khawatir soal kemapanan diri membawa anak orang, tapi ternyata karena memang sudah ikhtiar dari dulu-dulu tapi belum dapet anak orang yang mau sama dia :D, hha masalah klise yang cukup akut, soalnya sampe bertahun-tahun sih, hhe. dan akhirnya setelah berusaha, Alhamdulillah, Allah bukakan jalan deh, insyaAllah sebentar lagi dia mau nikah coy! hhe

Hari ini (4 Oktober 2013) di kantor akhirnya dia mulai sebar undangan nih ceritanya, sebelum dia kasih ke semua yang ada dikantor, saya yang pertama kali dikasih undangan, namun cukup mengejutkan, karena dibagian "Nama" ada yang cukup menghebohkan nih saudara-saudara, hhe, check this out !!


 "Donny Achmadi & 30 Juzz Di Tempat"

Mengejutkan, "maksudnya apa nih ??", biasanya sih kalo di undangan-undangan gitu kan ditulisnya "fulan dan istri", naah ini apaan nih maksudnyah ? "Donny Achmadi & 30 Juzz" hhaa, MasyaAllah, ini unik, sebuah Doa dari seorang kawan, rupanya dia tau betul selama ini yang kuinginkan, mudah-mudahan Allah ijaabah, *aamiin

Ketika iseng-iseng foto itu dipublish ke facebook, emang beragam respondnya, macem-macem komentarnya, yang paling kocak itu, ada yang bilang, "maksudnya Donny diundang di acara nikahannya, nanti disana terus disuruh baca Al-Quran 30 Juz", hhee, ada juga yang komentar "Oooh, jadi selama ini nama pasangannya Donny 'juzz' toh," hhe, ada-ada ajaa, ada lagi yang komentar, "Subhanallah... saking cintanya... semoga jadi pasangan yang sakinnah mawaddah wa rahmah..." , "kalo udah "sah", jangan lupa dijaga tiap malem... jangan dikecewain... nanti minta cerai dari antum... hehehe", macem-macem jawabannya deh.

Sambil cengengesan gitu, nanya deh langsung sama yang mau nikah, "Maksudnya apaan nih?", "Hhee, itu Doa dari gw don, gw doain lw semoga bisa dapet perempuan yang hafal 30 Juz, yang mana aja perempuannya, yang penting udah hafal 30 Juz" Subhaanallah, ternyata kawan saya yang 1 ini selama ini dia tau soal keinginan, cita-cita dan selera saya, luar biaasa, sambil cengengesan "Aaamiin, aamiin, makasih yah doanyaa, InsyaAllah"

Subhaanallah, momen itu menjadi sangat berharga, yang sepertinya tak akan bisa dilupakan, because, it's so especially for me, karena sebuah kalimat yang tertera dikolom nama itu kini saya jadi tersadar dan teringat, impian agar dikaruniai seorang istri yang shalehah, haafizhatul Quran, itu rupanya tak semudah yang dikira, kini saya menyadari bahwa pasangan hidup itu adalah cerminan diri kita, jika kita shaleh, maka insyaAllah kita akan dikaruniakan sosok yang shalehah, dan sebaliknya, dalam hal ini, jika saya menginginkan sosok istri yang hafal Al-Quran 30 juz, maka menjadi tuntutan bagi saya untuk berusaha menjadikan diri sebagai seorang penghafal Al-Quran 30 Juz juga, karena betapa indahnya jika sebuah rumah tangga didalamnya dibangun oleh mereka yang sama-sama mencintai RabbNya dan menghiasi hari-harinya dengan lantunan ayat-ayat suci kalamNya di pagi hari, siang hari dan di malam hari, subhaanallah, semoga itu semua tak hanya menjadi khayalan dan impian kosong belaka yang hilang dibawa oleh kegelisahan diri yang tiada berujung.

"Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyaatinaa Qurrata a'yun, waja'alnaa lil muttaqiinaa imaamaa" *aamiin 

4 Oktober 2013
- Puri Imperium -

Tuesday, July 16, 2013

Bulan Ramadhan, Bulannya Al-Qur'an



Setelah 11 bulan ditinggal oleh Bulan Ramadhan kini ia telah datang, membawa berbagai kemuliaan, keberkahan didalamnya, diantara kemuliannya adalah dimana bulan ini bulan diturunkannya Al-Quran yang Mulia, Allah Subhaanahu wa ta’ala Yang Maha Mulia mengutus malaikatnya yang Mulia yaitu Jibril ‘alaihi salam, untuk menyampaikan risalah berupa kalamNya kepada sosok agung yang penuh dengan Akhlaq yang Mulia  pada malam yang Mulia


“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemuliaan.” (Qs Al-Qadr: 1)

“sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan.(Qs. Ad-Dukhan :3)

Maka pantaslah mereka orang-orang yang menginginkan kemuliaan dihadapan RabbNya menjadikan bulan ini sebagai bulan ajangnya memperbanyak aktvitas untuk berinteraksi bersama Al-Qur’an yang Mulia, sebagaimana para salaafunaa Ash-Shaaleh (Orang-orang saleh pendahulu kita) mencontohkannya kepada kita semua yang bisa ditemukan dibalik lembaran-lembaran kitab para ulama.

Pada bulan ini mereka lebih mengutamakan untuk banyak berinteraksi bersama Al-Quran dibandingkan amal-amal shaleh yang lain seperti mengajar, menuntut ilmu agama dalam berbagai disiplin ilmu seperti ilmu hadits, fiqh, dan ilmu-ilmu lainnya. Sebagaimana Imam Az-Zuhri (ulama ahli hadits) pada bulan Ramadhan ia tidak lagi membaca hadits dan tidak hadir didalam majelis ilmu. Beliau hanya membaca Al-Quran dari Mushaf, dan beliau berkata saat memasuki bulan Ramadhan “Sesungguhnya (pekerjaan pada bulan ini) hanyalah membaca Al-Quran dan Memberi Makan”. Begitu juga dengan Sufyan Ats-Tsauri (Amiirul Mukminiina fii hadiits –pemimpinnya kaum mukmin dalam ilmu hadits-- ) ketika Bulan Ramadhan tiba ia meninggalkan segala bentuk ibadah (sunnah) dan hanya membaca Al-Quran.

Pada bulan ini juga menjadi ajang bagi mereka (salaafuna Ash-Shalih) untuk memperbanyak mengkhatamkan Al-Quran sebagaimana yang dicontohkan oleh beberapa ulama, diantaranya seperti Imam Qatadah Rahimahullahu Ta’ala (Seorang Tabi’in) dihari biasa (selain Ramadhan) ia terbiasa mengkhatamkan Al-Quran setiap 7 hari sekali, dan ketika dbulan Ramadhan ia mengkhatamkan Al-Quran setiap 3 hari sekali, namun pada 10 hari terakhir dibulan Ramadhan ia mengkhtamkan Al-Quran pada setiap malam.

Selain itu juga seperti Imam Asy-Syafi’I Rahimahullahu Ta’ala yang tentu namanya sudah tidak asing lagi ditelinga kita, beliau terbiasa mengkhatamkan Al-Quran selama bulan Ramadhan sebanyak 60 kali diluar waktu shalat, masih banyak lagi ulama-ulama yang memiliki intensitas yang terbilang “Ekstrim” bersama Al-Quran seperti aktivitas mengkhatamkan Al-Quran dalam waktu hanya sehari semalam dikalangan Salaafuna Ash-Shaleh seperti Utsman bin ‘affan Radhiallahu ‘anhu, Tamim Ad-Dari, Sa’id bin Jubair, Mujaahid, dan yang lainnya. Ada juga yang mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 3 kali dalam sehari-semalam seperti sahabat Sulim bin ‘Ithr Radhiallahu ‘anhu, beliau adalah seorang Qodhi di Mesir pada masa pemerintahan Mu’awiyah Radhiallahu ‘anhu.

Beberapa nama ulama yang tercatat dalam beberapa kitab seperti :

  1.  Abu Bakar bin Abi Dawud mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 3 kali dalam semalam.
  2. Abu ‘amr Al-Kindi mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 4 kali dalam semalam.
  3. ‘Ibnu Katib Radhiallahu ‘anhu mengkhatamkan Al-Quran sebanyak 8 kali dalam sehari, 4 kali di siang hari dan 4 kali di malam harinya –masyaAllah-.
  4. Sayyid al-jalil ad-Dauroqi (seorang ahli ibadah dizamannya) ia mengkhatamkan Al-Quran hanya dalam kurun waktu antara Zhuhur dan ‘Ashar dan juga antara Maghrib dan Isya’ –Subhaanallah-
  5. Ada  beberapa ulama lagi yang mampu mengkhatamkan Al-Quran antara waktu Maghrib dan isya seperti:  Mujaahid, dan ‘Ali Al-Azdi. Eiits, jangan komentar dulu, ternyata memang mereka (Para Tabi’in) memang sudah terbiasa mengakhirkan waktu isya pada bulan Ramadhan sampai berlalu setengah malam.

Sebenernya masih banyak nama-nama yang mereka bener-bener ”ekstrim” tingkat interaksinya bersama Al-Quran, mungkin kalo dicari yang model begitu di zaman sekarang kayaknya udah jadi barang langka, hhee

Semua nama-nama itu dan bentuk pengkhataman Al-Qurannya bukan semena-mena ana tulis sembarangan yang akhirnya Cuma jadi bahan dongengan anak-anak semata, tapi semua berita dan riwayat tersebut ana ambil dari sebuah kitab berjudul “At-Tibyan fii aadaabi hamalatil Quran” yang ditulis oleh seorang ‘alim ulama yang tsiqah dan masyhur yang telah menulis banyak kitab-kitab lainnya yaitu Imam An-Nawawi Rahimahullahu Ta’ala, awalnya kaget dan gak percaya masa bisa khatam Al-Quran 1 kali, 2 kali, 3 kali, 4 kali, 8 kali dalam sehari ?? impossible, namun sosok penulis yaitu Imam An-Nawawi yang terkenal ketsiqohan dan kehati-hatiannya dalam mengambil riwayat dapat meyakinkan kita bahwa berita-berita dan riwayat-riwayat tersebut insyaAllah benar adanya, Wallahu a’lam bishawab.

Ya jujur aja, kalo kita sih umat akhir zaman gini rasa-rasanya udah sulit banget ngikutin Khatam model mereka, terlebih Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam pernah menggambarkan bahwa di akhir zaman itu “Keberkahan Waktu” yang ada memang sangat sedikit, maka sikap kita “Tak bisa mengambil seluruhnya, bukan berarti meninggalkan seluruhnya”,  kalo diantara mereka (tabi’in) ada yang sampe 8 kali khatam Al-Quran dalam “sehari”, kalo kita 8 kali dalam “sebulan” bisa gak yah ? insyaAllah bisa dan terjangkau, berarti dalam sehari “Cuma” baca Al-Quran sebanyak 8 juz kan, tapi mungkin memang masih amat terasa sulit rasanya bagi sebagian diantara kita.

Setiap kita memang gak bisa disamakan dengan yang lainnya karena berbagai faktor, faktor kemampuan, faktor keluangan waktu/kesibukan, faktor kekuatan fisik dan faktor-faktor lainnya, namun berapapun jumlah Khatam Al-Quran kta dibulan Ramadhan ini tetap kita niatkan untuk menunjukan usaha kita kepada Allah Subhaanahu wa ta’ala bahwa kita sangat-sangat mengharapkan RidhaNya kelak di Hari Kiamat dan juga sebagai upaya kita meraih malam yang didalamnya penuh dengan ribuan kemuliaan dan keberkahan.

Seminimal-minimalnya kita usahakan jangan sampai dibulan Ramadhan kali ini kita lalui tanpa merasakan Khatam Al-Quran 1 kali pun, karena berarti kita cuma kudu baca 1 juz dalam 1 hari kan ? masih terasa sulit ? padahal 1 juz = 10 lembar, nah, kalo berarti setiap selesai shalat Wajib kita kudu baca Cuma 2 lembar “doang” loh, gampang kan ?

Nah, mumpung masih ada kesempatan beberapa hari dibulan Ramadhan, yuk manfaatkan waktu yang masih Allah berikan kepada kita sebelum tiba masanya hari penyesalan yang tiada akhir.



16 Juli 2013 / 7 Ramadhan 1434
 - Depok Jaya Agung -

Monday, July 8, 2013

Jadi Network Engineer


 

Iseng-iseng lagi mikir, kenapa sekarang malah jadi Network Engineer (Teknisi Jaringan) yah ??

Banyak denger kabar dari kawan-kawan termasuk juga sanak family, katanya "zaman sekarang gini kalo kerja gak usah neko-neko, gak usah idealis banget pake segala harus kerja sesuai dengan jurusannya ... bla..bla..bla" 

Memang kalo diliat sekarang dimana jumlah terlahirnya SDM baru yang memiliki keahlian tertentu bisa dibilang udah kacangan karena sudah terlalu banyak jumlahnya, sementara jumlah lapangan pekerjaan ayng tersedia itu terbatas, maka sepintas berlaku perkataan mereka itu, "Kerja gak harus sesuai jurusan", toh faktanya banyak diantara kita yang aslinya lulusan Sarjana jurusan Hukum jadi penyanyi, yang Sarjana jurusan Teknik Sipil jadi pengajar umum, yang Sarjana jurusan Matematika jadi Guru Ngaji, dan lainnya. Gak nyambung yaa ? kalo dipikir-pikir ngapain belajar lama-lama sampe 4 tahun tapi udah lulus malah ilmu yang 4 tahun dipelajarin habis-habisan malah gak kepake, hmm, betul juga sih. Tapi, Alhamdulillah kini kata-kata sakti mereka itu ternyata tak berlaku buat saya, hhe

Melihat sejarah perjalanan kehidupan beberapa tahun silam, dimulai dari SMP terus melanjutkan pendidikan ke SMK (Sekolah Menengah Kejuruan), awalnya sempat bingung milih jurusan, kalo ngikutin sesuai hobi sih pokoknya sukanya "Komputer" titik. Nah, gak taunya Komputer sendiri terbagi-bagi lagi tuh beberapa jurusan, ada "Multimedia", "Teknik Komputer Jaringan" dan "Rekayasa Perangkat Lunak". Gak pake mikir-mikir (soalnya belum tahu) akhirnya milih ngambil jurusan Teknik Komputer Jaringan, dan alhamdulillah jurusan yang dipilih ternyata selaras dengan hobi saya selama ini soal komputer. Setelah lulus dari SMK lanjut kuliah ngambil jurusan yang lebih spesifik lagi dari sebelumnya yaitu "Teknik Telekomunikasi", dari SMK sampe kuliah udah menentukan jurusan yang bener-bener udah "passion"nya dibidang Jaringan Telekomunikasi berharap kedepannya bisa dapet kerjaan yang sesuai dengan bidang yang selama ini ditekunin.

Alhamdulillah segalanya Allah mudahkan, belum selesai pendidikan kuliah namun bisa mendapatkan kesempatan pertama kali bekerja di Perusahaan Telekomunikasi penyedia layanan internet (ISP) terbesar di indonesia sebagai "Technical Support"  merupakan awal langkah yang baik dalam pematangan ilmu yang selama ini digeluti yaitu dunia Jaringan Telekomunikasi, walaupun selama bekerja betul-betul terasa lelah ngalamin pahit dan manisnya, maklum pekerja lapangan dan lagipula begitulah beratnya mencari nafkah, hhe. Selama disana setiap hari kerjaannya ke tower-tower BTS (yang warnanya merah-putih itu lho) yang tersebar di are JABODETABEK, bahkan pengalaman saat itu pernah dalam 1 hari kebagian jatah 3 Tower BTS, 1 Tower di daerah Bogor, 1 Tower di daerah Bekasi terus yang 1 Towernya lagi di daerah Tangerang, beeeuuh, rasanya itu lho, selama seharian bertugas berasa mobil operasional itu seakan-akan udah menjadi rumah ke-2 aja, hhe

Bukan itu aja, sebetulnya saya pribadi itu orangnya rada takut ketinggian, hhe. tapi malah dapet job-desknya nanganin Tower BTS yang mau gak mau setiap hari maennya sama ketinggian berpuluh-puluh meter gitu, emang semuanya kudu terpaksa sih, dan kayaknya Allah sengaja nih ngasih kerjaan yang model begini biar saya gak boleh takut sama apapun salahsatunya "ketinggian" kecuali takut hanya kepadaNya, hhaa, lagi husnudzon nih ceritanya :D , dan masih banyak pengalaman-pengalaman hebat lainnya that's so "something" for me, hhe

Berbekal banyak ilmu yang saya dapat dari sana, terus saya berusaha lagi melanjutkan petualangan didunia IT, dan Alhamdulillah lagi kini (tepatnya disaat saya nulis artikel ini) saya diberi kesempatan menjadi seorang "Network Engineer" di sebuah perusahaan IT tepatnya dibidang "Cloud Computing" (Komputasi Awan) IaaS (Infrastructure as a Services) dan SaaS (Software as a Services), memang semuanya berjalan sesuai dengan yang saya harapkan yaitu sesuai bidang yang saya minati. 

Tapi kalo ditanya alasannya kenapa milih pindah kerja padahal sebelumnya gak ada bekal apa-apa udah bisa diterima di perusahaan Telekomunikasi ISP tebesar di indonesia? hmm, yang pertama alasannya sih saya gak nyaman bekerja dengan sistem Outsourcing, yang kedua alasannya lantaran mau nyari ilmu baru untuk nambah-nambah pengalaman, dan yang ketiga alasannya sih udah pasti masalah "Income" di perusahaan yang baru ini lebih gede dibanding perusahaan sebelumnya, hhe, Alhamdulillah, semuanya bisa diterima kan alasannya ? *so pasti lah.

Namun, memang telah menjadi sebuah prinsip yang saya hujamkan bercita-cita menjadi seorang Pengusaha, sebagaimana yang sudah tertera di dalam Curiculum Vitae akan cita-cita saya "Menjadi Pengusaha Sukses yang Hafal Al-Quran dan melahirkan para generasi penghafal Al-Quran". Pengalaman bekerja selama ini bukan menjadi tujuan hidup saya kedepannya untuk terus-menerus selamanya menjadi "Network Engineer", melainkan tujuan saya pada akhirnya berusaha menjadi seorang "Pengusaha" atau bahasa kerennya "Entrepreneur" dan entah berapa lama lagi itu akan kubuktikan. Namun bukan berarti ilmu yang selama ini saya geluti dibidang IT menjadi sia-sia begitu aja nantinya, tapi dengan ilmu yang sudah  saya punya ini menjadi bekal yang InsyaAllah (mohon doanya yaaa) pada nantinya bisa menopang cita-cita saya menjadi seorang pengusaha, mungkin salahsatu jalannya memiliki perusahaan dibidang IT, atau menciptakan pusat pelatihan keahlian dibidang-bidang khusus seputar IT. Amiin, insyaAllah ..


Ditulis 08 Juli 2013
- Puri Imperium - disepertiga malam

Tuesday, June 25, 2013

Gallery About Me


Sedikit cuplikan sejarah yang pernah terlewati, yang kini menjadi sebuah kenangan manis









 Waktu awal-awal ngikut Rohis nih, masih unyu-unyunya :)





Setelah menjadi Pengurus Rohis nih ceritanya



Pertama kali ngikut liqo-liqoan sama mereka ini nih (disamping murabbi)



Bersama anak-anak XII TKPJ 1 (Waktu kelas 3 ini, liat ajah tuh baloknya, hhe, dari kelas 1 sampe akhir tetep sekelas)



Bersama Ikhwan Kesatuan Pelajar Muslim Depok (KPMD) 2010



Bersama Anggota Ikhwan SOBAT HEBAT





Bersama Pengurus Persatuan Remaja Islam Masjid At-Taubah (PRIMA)



Bersama Seluruh Pengurus LDK Asy-Syabab Politeknik Jakarta



Bersama Santri-santri Ma'had Markaz Al-Quran Jakarta




Bersama Keluarga Besar Yayasan Rumah Iqro Insani


Bersama Sekolah Motivator Muda Indonesia (SMMI) Angkatan ke-2


Bersama Backhaul Team - Indosat M2

Dauroh Al-Quran "Berkah Hidup Bersama Al-Quran"



"Ujian Tasmi Al-Quran 30 Juz"
Kiri: Ust M. Suud Lc, Al-Hafizh, tengah: Akh Hubab Iqbal (pentasmi'), kanan: Ust. M. Iqbal Lc, Al-Hafizh

Hampir 2 Tahun mengejar mimpi, berusaha untuk menggapai kemulian yang agung menjadi Haafizhul Quran menjadi santri Ma'had Markaz Al-Quran, menempa diri untuk menjadikan Al-Quran sebagai penawar rindu, Obat bagi hati, kerangka berfikir dan jalan hidup, alhamdulillah langkah-langkah penuh keletihan itu sedikit-sedikit mulai menunjukan buahnya.

Dauroh Al-Quran yang kali ini diadakan pada tanggal 21-23 Juni 2013 menjadi sumber inspirasiku untuk tak pernah lelah mengejar tujuan untuk menjadi Ahlul quran walaupun dalam prosesnya dijalani dengan segenap keletihan yang ada, membagi hidup menjadi 3 bagian menyeleksi waktu-waktu untuk dapat berinteraksi dengan Al-Quran ditengah kesibukan menjadi seorang Mahasiswa dan Pekerja IT disiang harinya dan menjadi santri bodoh yang berusaha mendalami ilmuNya yang agung di malam harinya.

Ritual program Dauroh Al-Quran sejatinya merupakan salah satu program unggulan yang diadakan oleh Markaz Al-Quran teruntuk para santri-santrinya dengan bertujuan mentarqiyah (meningkatkan) kualitas masing-masing santri yang ada, kalau pada Dauroh sebelumnya, panitia Dauroh mengambil tema "Nahnu Khuddaamul Quran" (Kami adalah para pelayan Al-Quran) maka kali ada something that's so special, soalnya Dauroh kali ini diadakan salahsatunya untuk diadakannya "Ujian Hafalan" bagi para santri-santrinya, semua santri dikelompokkan menjadi beberapa kelompok sesuai jumlah Hafalan Al-Quran yang ingin diujikan, ada yang 5 juz awal, 5 juz akhir, 10 juz, dan 15 juz, tapi bukan cuma itu, ada 1 orang yang akan diuji seluruh hafalannya dengan tasmi' (pembacaan Al-Quran dengan hafalan) Al-Quran 30 Juz, dengan rentang waktu yang sangat singkat, yaitu selama Dauroh ini berlangsung (dari Jum'at siang sampai Ahad subuh), dan Alhamdulillah sang pentasmi' yaitu akhuna Hubab Iqbal berhasil membuktikannya, dan selesai pembacaan Al-Quran 30 Juz pada bada shalat subuh hari ahadnya.

Bocah muda ini bener-bener jadi inspirasi banged deh, "For your information" bocah yang satu ini masih muda banget, masih 19 tahun, dan ternyata dia udah hafal 30 Juz Al-Quran sejak masih kelas 3 SD, dan ternyata ayahnya ini juga adalah seorang haafizhul Quran yang memiliki 3 orang anak dan semua anak-anaknya telah hafal Al-Quran pada waktu usia anak-anak, ya rata-rata kelas 3 SD, diantaranya yaitu akhuna Hubab Iqbal, Al-Hafizh, subhaanallah .. jadi malu rasanya kalo ngaca pada diri sendiri :(

Ada juga saudara-saudara kita nan jauh di kota Jogja yang rela berlelah-lelah datang mengikuti Dauroh kali ini, patut ngacungin jempol deh buat mereka, namun kelelahan mereka terlihat serasa terobati ketika mengikuti dauroh kali ini, karena setiap peserta dauroh kali diberikan target untuk selesai tilawah sampai 20 Juz selama acara dauroh ini berlangsung, yaa begitulah Al-Quran ketika menjadi penawar lelah bagi hamba-hambanya yang beriman yaitu dengan cara banyak-banyak berinteraksi dengannya.

Alhamdulillah, ternyata Allah masih memberikan nikmatnya kepada hambanya yang lemah ini untuk bisa ikut Dauroh kali ini walaupun kudu rela izin meliburkan diri dari kantor pada hari jumatnya, hhe :D, niatnya mau refreshing iman gitu deh, rasanya kering juga hati ini dalam putaran agenda harian yang padet gitu dan cuma bisa berinteraksi dengan Al-Quran sekenanya aja, malu juga sama Allah rasanya, dikasih 24 jam, tapi berapa jam kita pake buat berinteraksi dengan Al-Quran ?? bener-bener tak bisa terbayarkan rasanya ketika dikasih nikmat oleh Allah dengan 3 hari bersama Al-Quran.

Dengan mengangkat Tema "Berkah Hidup Bersama Al-Quran", taujih-taujih yang diberikan oleh guru kami ustadz Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc, Al-Hafizh menjadi sebuah nasihat yang sangat berharga. Disela taujihnya, beliau memberikan gambaran batasan waktu minimal yang sekiranya wajib bagi siapa yang benar-benar bersungguh-sungguh mau menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidupnya, catet nih !!
jadi untuk batasan waktu minimal bagi seseorang untuk berinteraksi dengan Al-Quran itu ada 2 :

  1. min. 9 jam, ini waktu khusus yang sekiranya dialokasikan dalam 24 jam bagi mereka-mereka yang gak banyak aktivitasnya (yang belum menikah, belum sibuk bekerja, kuliah dan lainnya), nasihat ini ditujukan terkhusus seluruh santri Markaz Al-Quran yang kesempatan waktu untuk berinteraksi dengan Al-Qurannya tinggi.
  2. min. 3 jam, ini waktu khusus yang sekiranya kudu/wajib/harus dialokasiin dalam seharinya bagi mereka-mereka yang udah punya aktivitas dan beban kehidupan (yang udah menikah, punya anak-istri, udah bekerja, kuliah, dan lainnya).
udah dicatet kan ??
*kalau sekiranya dalam sehari kita gak penuhi target waktu minimal yaa maka besoknya kudu dirapel.

Yaa ini gak wajib sih, gak ada dalilnya juga kok, tapi sekali lagi, ini batasan yang sekiranya dijadikan patokan bagi siapa yang benar-benar kuat azzamnya, dan sungguh-sungguh asanya untuk menjadi Shaahibul Quran, soalnya didalam banyak ayat dan hadits-hadits juga disebutkan anjuran untuk memperbanyak intensitas interaksi bersama Al-Quran.

Tapi kalo dipikir-pikir, bagi kita yang punya macem-macem kesibukan, entah itu bekerja, kuliah ataupun yang lainnya, waktu 3 jam itu rasanya gak mustahil deh kita sisain untuk Al-Quran, coba masing-masing liat jam, itung deh, dari waktu bangun tidur, sampe mau tidur lagi, 3 jam masih ada kah ? kalau gak ada yaa terpaksa jam tidurnya dipotong deh, hhee (gak apa-apa lah kan demi Al-Quran :) )

Mudah-mudahan usaha kita yang seperti itu bisa jadi sebab kita diberi syafaat di Hari Kiamat oleh Al-Quran, sebagaimana datang sebuah hadits berikut :

Dari Abdullah bin Umar RA. bahwa Rasulullah SAW. bersabda:

“Puasa dan Al Qur’an memberi syafaat kepada hamba Allah pada hari kiamat. Puasa berkata, ‘Wahai Tuhanku, aku telah menghalanginya makan minum dan memenuhi syahwatnya pada siang hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Dan Al Qur’an pun berkata, ‘Aku telah menghalanginya tidur pada malam hari, maka perkenankanlah aku memberi syafaat baginya.’ Lalu syafaat keduanya diterima Allah.’ [HR Ahmad]


Dan Akhirnya, InsyaAllah, kita semua berharap, siapapun kita dan apapun kesibukkan kita tidak menjadikan sebuah halangan dan alasan bagi diri kita untuk tidak berinteraksi dengan Al-Quran setiap harinya hingga ajal menjemput, amiin ..

Jakarta, 25 Juni 2013
-Puri Imperium, di sepertiga malam-